Kamis, Agustus 27, 2026

Studi Ungkap Anak Muda Indonesia Siap Masuk Dunia Kerja, tapi Butuh Lebih Banyak Pengalaman

Must Read

Federal Express Corporation (FedEx) bersama Junior Achievement (JA), salah satu organisasi nirlaba terbesar di dunia yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda, merilis temuan dari studi Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights. Studi ini merupakan hasil riset yang diinisiasi bersama oleh FedEx dan JA serta diterbitkan oleh JA Institute.

Survei yang melibatkan lebih dari 4.200 anak muda berusia 15 hingga 22 tahun di sepuluh negara dan wilayah di Asia Pasifik, termasuk 552 responden dari Indonesia, ini memberikan gambaran terkini mengenai seberapa siap mereka menghadapi dunia kerja di masa depan. Studi ini secara khusus menyoroti kemampuan praktis dan kewirausahaan, pemahaman tentang perdagangan global, serta kesiapan dalam menghadapi perkembangan AI.

Studi ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun FedEx/JA International Trade Challenge (ITC), yang menandai dua dekade kolaborasi dalam mendorong pendidikan kewirausahaan di kawasan Asia Pasifik. Sejak 2007, program ini telah menjangkau lebih dari 54.000 pelajar di Asia Pasifik, membantu mereka mengembangkan keterampilan praktis dalam bisnis, pemecahan masalah, dan kolaborasi lintas budaya melalui pengalaman belajar di dunia nyata yang berfokus pada perdagangan global.

Di Indonesia, hampir seluruh responden (99%) berharap pendidikan mereka memberikan lebih banyak pemahaman tentang bagaimana dunia kerja beroperasi, angka yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 97%. Kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling dianggap penting di Indonesia untuk 10 hingga 15 tahun ke depan.

“Anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya ingin mempelajari teori, tetapi juga ingin mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan mereka dalam lingkungan bisnis yang nyata,” ujar Garrick Thompson, Managing Director FedEx Indonesia.

“Seiring dengan perkembangan teknologi seperti AI dan perdagangan lintas negara yang membentuk masa depan, para pelajar membutuhkan keterampilan praktis yang tidak hanya diperoleh di dalam kelas. Melalui kemitraan kami dengan Junior Achievement, FedEx bangga dapat membantu generasi muda Indonesia mendapatkan pengalaman langsung di dunia bisnis. Kami berkomitmen untuk mempersiapkan generasi berikutnya agar dapat sukses dalam perekonomian global.”

Anak Muda Indonesia Percaya Diri dalam Berwirausaha dan Menginginkan Lebih Banyak Pengalaman Praktis

Laporan ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia ingin pendidikan formal memberikan perhatian lebih besar pada kemampuan yang dapat mereka terapkan seiring dengan perubahan dunia kerja. Mereka juga menginginkan hubungan yang lebih erat antara pembelajaran di kelas dan dunia kerja.

Responden dari Indonesia juga menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan dalam sejumlah kemampuan yang dapat diterapkan di berbagai situasi:

● 78% merasa percaya diri dalam menghasilkan ide atau solusi baru, dibandingkan dengan 61% di Asia Pasifik.

● 72% merasa percaya diri untuk mengambil inisiatif melakukan sesuatu yang baru tanpa harus diminta atau diarahkan, dibandingkan dengan 60% di kawasan Asia Pasifik.

● 73% merasa percaya diri dapat beradaptasi dengan cepat ketika terjadi perubahan rencana, dibandingkan dengan 62% di kawasan Asia Pasifik.

● 69% merasa percaya diri bekerja secara mandiri dan mengambil keputusan tanpa banyak arahan, dibandingkan dengan 59% di kawasan Asia Pasifik.

Temuan yang disampaikan responden ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia memiliki fondasi yang kuat dalam hal inisiatif dan kemampuan beradaptasi. Namun, rasa percaya diri tersebut tidak selalu berarti mereka nyaman bekerja dalam situasi yang kurang terstruktur. Hanya 43% responden Indonesia yang merasa nyaman bekerja tanpa rutinitas yang tetap, dibandingkan dengan 56% responden di Asia Pasifik.

Anak Muda Melihat Pola Pikir Kewirausahaan sebagai Hal yang Bernilai di Berbagai Karier
Pentingnya mengubah keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai situasi menjadi tindakan juga terlihat dari cara anak muda Indonesia memandang pola pikir kewirausahaan. Sebanyak 95% responden setuju bahwa pola pikir kewirausahaan dapat membantu seseorang meraih kesuksesan dalam pekerjaan apa pun, dibandingkan dengan 85% di Asia Pasifik.

Responden Indonesia juga memberikan penilaian yang cukup tinggi terhadap peran pendidikan formal dalam mempersiapkan mereka untuk berkarier. Rata-rata, mereka memperkirakan bahwa pendidikan formal akan memberikan sekitar 81% dari bekal yang mereka butuhkan untuk sukses dalam karier di masa depan, dibandingkan dengan 69% di Asia Pasifik. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan lebih banyak paparan terhadap dunia kerja bukan berarti menggantikan pendidikan formal, melainkan melengkapinya dengan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia kerja.

Pendidikan Perlu Mengimbangi Perkembangan AI dan Ekonomi yang Semakin Terhubung
Selain kemampuan kewirausahaan, studi ini juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi ekonomi yang didukung AI dan semakin terhubung secara global. Meski anak muda Indonesia menyadari pentingnya kemampuan tersebut, masih ada peluang untuk memperkuat penerapannya dalam kehidupan nyata:

● 94% percaya bahwa memahami bagaimana bisnis berjalan di berbagai negara akan relevan dengan karier mereka di masa depan. Namun, hanya 69% yang mengatakan bahwa sekolah atau universitas mereka telah mengajarkan bagaimana perdagangan lintas negara berlangsung.

● 84% percaya bahwa mereka akan perlu bekerja berdampingan dengan AI, tetapi hanya 70% yang merasa pendidikan mereka telah mempersiapkan mereka untuk menggunakan AI dalam lingkungan kerja nyata.

● Anak muda Indonesia juga lebih banyak memprioritaskan keterampilan digital dan teknologi dalam kurikulum dibandingkan rata-rata kawasan, yaitu 18% berbanding 12% di Asia Pasifik.

Di kawasan Asia Pasifik, eksperimen secara mandiri menjadi sumber pembelajaran AI yang paling banyak disebut, yaitu sebesar 42%. Hal ini menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga mencari cara sendiri untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Mempersiapkan Generasi yang Siap Menghadapi Masa Depan

“Temuan paling menarik dari studi ini adalah bahwa anak muda menginginkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia kerja dan mendapatkan pengalaman nyata. Saat ini, tingkat pengangguran anak muda di Asia Pasifik mencapai hampir 14%, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran orang dewasa, sementara kesenjangan dalam adopsi AI juga terus melebar. Kita tidak bisa berasumsi bahwa bakat saja akan cukup bagi anak muda untuk meraih kesuksesan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami bagaimana dunia kerja terus berkembang,” ujar Vivek Kumar, President and Chief Executive Officer JA Asia Pacific.

“Tahun lalu, JA Asia Pacific membantu lebih dari 5 juta anak muda mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, berkat komitmen dari sekolah mitra, guru, relawan, serta mitra korporasi yang telah lama mendukung kami, seperti FedEx. Tanggung jawab kita bersama saat ini adalah memastikan setiap anak muda memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan meraih kesuksesan dalam perekonomian masa depan.”

Temuan ini juga menunjukkan area di mana dukungan dapat memberikan dampak terbesar, yaitu membantu anak muda menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghadapi tantangan bisnis yang kurang terstruktur, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dalam situasi nyata. Program yang dipimpin oleh industri dan relevan dengan kebutuhan lokal dapat membantu membangun kemampuan mengambil keputusan, beradaptasi, serta memahami dunia bisnis yang dibutuhkan oleh para calon pengusaha, pekerja, dan pemimpin bisnis di masa depan di kawasan ini.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lari Sambil Jaga Bumi, Pertamina Eco RunFest 2026 Targetkan Nol Jejak Sampah

PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Eco RunFest 2026, event tahunan yang kali ini mengusung tema “Spark the Change,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img