Moneter.id – Euforia
liburan akhir tahun 2020 telah menggema jauh-jauh hari sebelum waktunya tiba.
Namun, keadaan saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid-19
sudah mengubah gaya hidup masyarakat, salah satunya dalam hal traveling.
Terkait hal itu,
perusahaan pemesanan tiket dan penginapan secara daring, Pegipegi melakukan
survei untuk mengetahui perilaku traveling akhir tahun masyarakat Indonesia
yang dilaksanakan pada 9 – 16 November 2020 dengan lebih dari 1.490 responden
yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hasilnya, Pegipegi
mendapatkan lima fakta menarik, seperti sebanyak 75% masyarakat Indonesia
berencana untuk liburan akhir tahun 2020.
Hal ini menandakan
bahwa sebagian besar masyarakat berkeinginan untuk kembali bepergian bertepatan
dengan momen liburan akhir tahun yang dimulai dari tanggal 24 Desember 2020
hingga 1 Januari 2021.
“Pegipegi memprediksi
pada periode libur akhir tahun nanti, tren traveling akan kembali meningkat
secara signifikan,” tulis keterangan resmi Pegipegi, Kamis (26/11/2020).
Fakta lainnya,
masyarakat yakin untuk melakukan traveling kembali karena akan patuh akan
protokol kesehatan (sebanyak 66%), percaya tempat yang akan dikunjungi telah
menerapkan protokol kesehatan (65%), merasa dalam keadaan sehat (31%).
“Beberapa di antara
responden juga mengatakan bahwa mereka membutuhkan refreshing setelah dalam
periode waktu yang lama menjalani karantina mandiri,” tulisnya lagi.
Kemudian fakta
selanjutnya adalah jenis traveling. Bagi masyarakat yang berencana untuk
traveling pada periode akhir tahun, sebanyak 45% memilih untuk bepergian keluar
kota menggunakan mobil atau kendaraan pribadi lainnya.
Disusul oleh
bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang (30%), staycation di hotel
dalam kota (11%), ke luar kota menggunakan kereta (10%), dan ke luar kota
menggunakan bus atau travel (4%).
Berdasarkan data
tersebut, dapat diprediksi bahwa destinasi yang dekat dengan kota domisili akan
menjadi favorit pada liburan akhir tahun nanti.
Fakta keempat yakni,
pemesanan tiket perjalanan. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 60% memilih
melakukan pemesanan tiket perjalanan pulang pergi sekaligus.
Sedangkan 40%
responden memilih untuk memesan tiket satu rute saja. Terdapat perbedaan yang
tidak terlalu jauh di antara kedua pilihan tersebut.
Pada periode libur
akhir tahun nanti, Pegipegi memprediksi bahwa destinasi wisata domestik di
kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali akan diminati oleh
masyarakat Indonesia.
Fakta terakhir, tidak
adanya rencana berlibur pada akhir tahun 2020. Hasil survei Pegipegi
menunjukkan sebanyak 25% responden mengaku belum berencana untuk bepergian pada
periode akhir tahun 2020 nanti.
Sebanyak 44%
responden mengaku belum tahu kapan akan traveling kembali, responden yang berencana
akan traveling pada pertengahan tahun 2021 sebanyak 32%, responden yang akan
traveling pada awal kuartal I/2021 sebanyak 15%, dan 9% berencana traveling
pada akhir tahun 2021.
Masih adanya rasa
khawatir akan keamanan dan keselamatan ketika bepergian diprediksi menjadi
alasan utama masyarakat untuk menunda perjalanan mereka pada periode akhir
tahun nanti.
Corporate Communications Manager Pegipegi, Busyra Oryza mengatakan, dari survei ini kita
bisa melihat bahwa kepercayaan diri masyarakat untuk kembali bepergian sudah
mulai meningkat. “Adanya infrastruktur di destinasi wisata yang sudah
menyediakan dan menerapkan protokol kesehatan hingga membuat masyarakat merasa
lebih aman dan nyaman,” ucapnya.
Katanya, untuk memudahkan kebutuhan masyarakat ketika
bepergian, Pegipegi menghadirkan fitur Clean
& Safe Stay.
“Fitur ini bertujuan
untuk membantu setiap pelanggan memilih hotel yang telah menerapkan standar
kebersihan tinggi, demi memastikan pengalaman yang aman dan nyaman selama
menginap,” pungkasnya.
Saat ini, pelanggan
dapat menggunakan fitur Clean & Safe
Stay pada aplikasi Pegipegi dengan melakukan filter di pencarian hotel
berlabel ‘Clean & Safe’.




