Moneter.co.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkirakan dua dari empat rencana akusisi perusahaan akan selesai pada akhir tahun 2017. Perseroan membidik PT Danareksa Finance dan PT Danareksa Investment Management (DIM). Selain itu, perseroan pun akan mengambil alih perusahaan asuran jiwa milik Jasindo dan satu perusahaan asuransi umum.
Direktur BTN, Mahelan Prabantarikso mengatakan, sekitar November untuk yang Danareksa Finance. Sedangkan untuk yang asuransi jiwa dengan Jasindo perkiraan kami maksimal 9 Desember ini juga kita sedang lakukan percepatan.
“Mudah-mudahan sesuai dengan ulang tahun KPR BTN minimal kita sudah punya dua anak perusahaan,” ujarnya, Jumat (18/8).
Untuk akuisisi DIM dan asuransi umum kemungkinan besar baru akan terealisasi pada tahun 2018. Hal ini dikarenakan perseroan membutuhkan persetujuan para pemegang saham terlebih dahulu sebelum merealisasikannya.
“Untuk anak perusahaan yang manjer investasi itu akan di evaluasi lagi dan satu lagi anak yang asuransi itu yang akuisisi akan kita evaluasi kembali apakah memungkinkan di tahun ini, karena akusisi harus ada RUPS.
“Namun, kalau kemungkinan bisa di akhir tahun itu akan kita lakukan bersamaan. Tapi kalau tidak ya di tahun depan bersamaan RUPS tahunan,” ujarnya.
Untuk melancarkan keinginan tersebut, perseroan pun telah menyiapkan dana sebesar Rp700 miliar. Mahelan menilai jika dana tersebut akan cukup untuk mengakusisi empat perusahaan.
Menurutnya, kalau dana sudah ada. Kita perkirakan sekitar Rp700 miliar. Karena untuk asuransi jiwa perkiraan kami itu kan totalnya modal yang kita butuhkan cuma Rp150 miliar di awal. Kemudian ada working capital sekitar Rp100 miliar jadi Rp250 miliar untuk satu perusahaan bisa. “Jadi untuk empat perusahaan kita cukup. Apalagi perkiraan hanya dua yang kita lakukan di tahun ini,” pungkas Mahelan. (Hap)




