Moneter.id – Pemerintah provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara)berencana akan menambah penyertaan modal di PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (BPD Kaltimtara) sebesar Rp 20 miliar tahun ini. Modal investasi tersebut telah dianggarkan dalam APBD Tahun 2019.
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menjelaskan, penambahan tersebut untuk menguatkan modal sekaligus meraup return investasi dengan deviden. Hal itu sebutnya, akan meningkatkan sumber pendapatan asli daerah.
“Kita sudah setor Rp 170 miliar. Insya Allah tahun ini kita menambah Rp 20 miliar,” kata Irianto, Minggu (6/1/2019).
Tahun 2018, Pemprov Kaltara sudah mendapatkan deviden sebesar Rp 11 miliar dari penyertaan modal tahun 2017 sebesar Rp 150 miliar. Deviden tersebut kembali dijadikan disertakan dengan menambah Rp 9 miliar pada tahun 2018.
“Jadi total yang kita sertakan tahun 2018 sebanyak Rp 20 miliar. Tadinya kita anggarkan Rp 50 miliar tetapi kita rasionalisasi,” ujarnya.
Jika menambah modal lagi sebesar Rp 20 miliar tahun ini, maka jumlah modal Pemprov di Bank Kaltimtara mencapai Rp 190 miliar.
Irianto belum mengetahui secar pasti perkiraan deviden yang akan diterima tahun ini. Ia mengatakan, hal tersebut baru akan diketahui setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kaltimtara yang rencananya digelar bulat Maret mendatang.
“Deviden bisa kita ambil. Kalau APBD kita kurang, bisa kita gunakan untuk membiayai infrastruktur, dan belanja operasional lainnl. Tetapi sejauh ini kita kumpulkan dulu untuk menambah penyertaan modal,” katanya.
Pemprov Kaltara ke depan masih akan terus menambah penyertaan modal minimal Rp 450 miliar. “Kita ingin memberi manfaat yang luas khususnya bagi perekonomian masyarakat di Kalimantan Utara,” sebutnya.




