Moneter –
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara (Bank Sumut) terus berupaya
dapat melakukan penawaran saham perdana (Initial
Public Offering/IPO) sesuai rencana pada Juni atau paling lambat akhir
2022.
“Harapannya Juni sudah bisa IPO. Tapi memang ada
tiga opsi yakni Juni, September, dan paling lambat Desember 2022,” kata
Direktur Utama Bank Sumut, Rahmat Fadillah, Rabu (26/1/2022).
Jelasnya, tahapan menuju IPO itu sudah terus dipenuhi
dan saat ini antara lain lain sedang proses menunjuk underwriter (penjamin
emisi efek). “Semoga IPO tetap bisa Juni ini, apalagi kinerja Bank Sumut
semakin baik seperti laba 2021 yang meningkat,” kata Rahmat.
Diketahui, pada tahun 2021 laba Bank Sumut telah
mencapai Rp614 miliar atau tumbuh 19,3 persen dibandingkan perolehan 2020 yang
masih Rp515 miliar. Sedangkan, Kredit bermasalah (NPL) bank itu juga turun
menjadi 3,09 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari 2020 sebesar 3,54 persen.
“Kinerja yang bertumbuh positif di tengah ada
hambatan dampak pandemi COVID-19, semakin meyakinkan Bank Sumut bahwa IPO bisa
terlaksana di Juni,” katanya.
Persetujuan IPO itu sendiri diputuskan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Sumut pada September 2021 lalu.
Keputusan melakukan IPO bertujuan memperkuat permodalan Bank Sumut, termasuk
peningkatan kinerja dan ekspansi bisnis, serta transparansi tata kelola
perusahaan.
“Dana IPO tersebut akan
dipergunakan untuk peningkatan permodalan, infrastruktur dan teknologi
informasi Bank Sumut,” tungkas Rahmat.




