Jumat, Mei 1, 2026

Telah Kantongi Laba Bersih Rp1,29 Triliun di November, BTN Lampaui Target 2020

Must Read

Moneter.id

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN menargetkan membukukan laba
bersih kisaran Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun pada 2020. Namun pada Oktober
2020, laba Bank BTN sudah menembus angka Rp1,29 triliun atau sudah di atas
target yang ditetapkan.

“Perseroan optimistis bisa menembus laba pada kisaran
Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun didorong pertumbungan pendapatan bunga
bersih dan fee based income,” kata
Direktur Finance, Strategy and Treasury, Nixon LP Napitupulu, Selasa (15/12/2020).

Kata Nixon, capaian kredit tersalur merupakan angka
tertinggi secara bulanan (November-red)
pada tahun ini yang mencapai kisaran Rp2,5 triliun. Padahal pada capaian kredit
pada April berada pada kisaran Rp700 miliar.

“Ini yang menjadi optimisme kita selama akhir
tahun 2020 nanti kita bisa saja melampuai target. Tapi tunggu angka pastinya
nanti pada saat publikasi Desember 2020,” katanya.

Pada kuartal III/2020, BBTN membukukan laba bersih
yang melesat di level 39,72 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Perseroan tercatat mencetak laba senilai Rp1,12
triliun per kuartal III/2020, naik dari Rp801 miliar pada periode yang sama
tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan itu ditopang oleh penurunan
beban bunga dan efisiensi. Beban bunga BTN tercatat turun 3,49 persen (yoy)
menjadi Rp11,95 triliun per kuartal III/2020.

Sementara, dana pihak ketiga (DPK) naik 18,66 persen
(yoy) dari Rp230,35 triliun per kuartal III/2019 menjadi Rp273,33 di periode
yang sama tahun ini.

Informasi saja, BBTN mematok target laba pada kisaran
Rp2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun. Target tersebut akan dicapai dengan strategi
pertumbuhan kredit antara 7-9 persen dengan DPK yang tumbuh pada kisaran yang
sama.

Untuk mencapai target tersebut, bank akan terus
melakukan apa yang telah dimulai tahun ini yakni perbaikan business process
kredit untuk semua segmen, dan mengembangkan sejumlah strategi di antaranya
melakukan transformasi operasional cabang, mengembangkan KPR non subsidi, serta
mengembangkan value chain di
antaranya dengan mengembangkan kemitraan dengan para developer maupun mitra
lainnya dalam lingkup ekosistem perumahan.

Selain itu, mengembangkan partnership misalnya membentuk perusahaan modal ventura, membentuk
anak usaha baru untuk menangkap peluang yang ada meraih fee based income, serta percepatan penyelesaian kredit macet.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pendapatan Usaha Jasa Marga Meningkat 10,4% di Kuartal I 2026

Pada kuartal I 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img