Selasa, Maret 3, 2026

Tidak Satu Komando, Rumah Gerakan 98 Desak Jokowi Copot Sejumlah Menteri

Must Read

Moneter.co.id – Joko Widodo (Jokowi) sejak dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2014 tidak hanya bekerja di balik meja dalam memberi arahan kebijakan pemerintahan.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard Ali Mumbang Sihaloho di Jakarta, Kamis (27/4). “Presiden Jokowi juga turun langsung memonitor dan memastikan program sesuai dengan rencana,” kata dia.

Menurut Bernard, pemenuhan janji program Nawa Cita pemerintahan Presiden Jokowi harus terus berjalan, dan juga harus didukung bersama semua elemen bangsa, serta ditempatkan pada realitas dan dinamika ekonomi politik. 

“Saat ini, Presiden Jokowi tidak semata dihadapkan pada tantangan eksternal saja, melainkan juga tantangan internal dalam mengkonsolidasikan kabinet untuk menopang kebijakannya,” ujar dia.

Komentar Bernard, Presiden Jokowi diharapkan bisa memastikan kinerja para pembantu presiden untuk dapat memenuhi target program, serta memberhentikan para pembantu presiden yang tidak mampu mencapai target.

Sekretaris Jenderal Rumah Gerakan 98 Sayed Junaidi Rizaldi menambahkan, dinamika ekonomi politik terus berputar dan upaya kudeta terhadap Presiden Jokowi kian santer terdengar. 

“Kini segala cara ditempuh untuk menggulingkan Presiden Jokowi, termasuk penggunaan kelompok–kelompok garis keras. Hal itu digunakan sebagai ‘senjata’,” katanya.

Sayed menilai, upaya adanya kudeta juga bisa dilihat pada sejumlah aksi demonstrasi, termasuk terkait dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagaimana artikel yang ditulis oleh Allan Nairn dalam acara wawancara di Democracy Now.

Presiden Jokowi harus selalu waspada dan mengkonsolidasikan barisan pendukung terutama menjelang pemilihan presiden 2019. Kami juga mendorong Presiden Jokowi untuk melakukan tindakan tegas kepada bawahannya yang tidak mau tegak lurus atau satu komando menjalankan kebijakan pemerintah,” tegas dia.

Kemudian, lanjut Sayed, Rumah Gerakan 98 juga mendukung Presiden Jokowi untuk segera mengganti sejumlah menteri (reshuffle) yang secara jelas tidak tunduk menjalankan kebijakan Nawa Cita secara maksimal.

Reporter : Idm

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img