Kamis, November 5, 2026

Trisula Textile (BELL) Perluas Pasar Seragam, Penjualan Kuartal III-2026 Tumbuh 16,9%

Must Read

Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mulai memperkuat bisnis produk tekstil bernilai tambah untuk menghadapi persaingan industri dan tekanan produk impor. Strategi tersebut mulai membuahkan hasil dengan pertumbuhan penjualan segmen seragam sebesar 43,9% secara tahunan atau year-on-year (YoY) sepanjang kuartal III-2026.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, penjualan segmen seragam BELL mencapai Rp76,3 miliar. Kontribusinya terhadap total penjualan perseroan meningkat hingga sekitar 16%, didukung permintaan dari instansi pemerintah dan perusahaan swasta.

Keunggulan produk yang memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan bisnis tersebut. Kedua sertifikasi ini memperkuat posisi BELL dalam mengikuti proyek pengadaan seragam, terutama di pasar institusi dan korporasi.

Secara keseluruhan, BELL membukukan penjualan konsolidasi Rp483 miliar hingga September 2026, meningkat 16,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp14,1 miliar atau tumbuh 54,6% secara tahunan.

Direktur Utama Trisula Textile Industries Karsongno Wongso Djaja mengatakan, perseroan sengaja membidik pasar khusus dengan menawarkan diferensiasi produk yang tidak hanya mengandalkan harga.

“Kinerja positif hingga kuartal III-2026 membuktikan keunggulan strategi Perseroan dalam membidik niche market. Melalui diferensiasi produk berbasis teknologi texturizing serta pemenuhan standar TKDN dan SNI, kami tidak bersaing langsung dengan produk massal impor, melainkan mengedepankan nilai tambah dan kualitas yang dibutuhkan mitra korporasi maupun instansi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).

Strategi tersebut menjadi penting bagi BELL di tengah persaingan industri tekstil yang menghadapi tekanan produk impor. Dengan mengembangkan produk berbasis spesifikasi dan kualitas tertentu, perseroan berupaya membangun pasar yang lebih tersegmentasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada persaingan harga.

Dari sisi lini usaha, manufaktur masih menjadi tulang punggung pendapatan dengan kontribusi 58,2% atau Rp281,2 miliar. Penjualan segmen ini tumbuh 10,9% YoY.

Adapun segmen distribusi mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 30,4% menjadi Rp175,4 miliar, dengan kontribusi 36,3% terhadap total penjualan.

Sementara itu, bisnis ritel menyumbang Rp109,1 miliar atau 22,6% terhadap penjualan perseroan. Kinerja tersebut menunjukkan segmen ritel masih memberikan kontribusi di tengah tantangan daya beli masyarakat.

Dari aspek geografis, pasar domestik masih mendominasi pendapatan BELL dengan porsi 92%. Namun, kontribusi ekspor mulai meningkat menjadi 8%, dibandingkan 6% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perluasan pasar luar negeri menjadi salah satu upaya perseroan mendiversifikasi sumber pendapatan.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, BELL juga memperkuat kapasitas manufaktur melalui peremajaan mesin operasional. Perseroan telah menambah unit mesin baru pada September 2026 yang kini memasuki tahap instalasi.

Penambahan mesin tersebut diarahkan untuk meningkatkan volume produksi, terutama produk bernilai tambah yang memanfaatkan teknologi texturizing. Teknologi ini memungkinkan perseroan menghasilkan kain dengan karakteristik dan spesifikasi unggulan untuk memenuhi kebutuhan pasar khusus.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing produk lokal terhadap barang impor massal.

Dengan dukungan pembaruan mesin, pengembangan produk, serta peningkatan permintaan pada segmen seragam, BELL menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 8% hingga akhir 2026.

Ke depan, tantangan perseroan tidak hanya terletak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan mengoptimalkan investasi mesin menjadi pertumbuhan penjualan dan profitabilitas. Ekspansi pasar ekspor serta keberhasilan menggarap proyek pengadaan seragam pemerintah dan korporasi akan menjadi penentu ruang pertumbuhan BELL berikutnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Produksi dan Harga Timah Melonjak, TINS Kantongi Laba Rp4,12 Triliun

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan kinerja keuangan impresif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan timah ini membukukan laba bersih Rp4,12...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img