Kamis, Juli 9, 2026

Upaya Phishing Tembus 140 Juta pada Kuartal I 2026, Penipuan Berbasis AI Kian Masif

Must Read

Ancaman penipuan siber yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong perusahaan keamanan siber terus memperkuat teknologi perlindungan digital. Kaspersky mencatat, teknologi anti-phishing miliknya berhasil memblokir lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan secara global sepanjang kuartal I 2026, mencerminkan tingginya eskalasi ancaman di ruang digital.

Perusahaan menilai lanskap penipuan kini berkembang jauh lebih kompleks dengan memanfaatkan AI untuk menghasilkan serangan yang lebih tertarget. Ancaman tersebut dapat muncul melalui berbagai kanal digital, mulai dari email, aplikasi perpesanan, media sosial, toko daring hingga berbagai aplikasi yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Temuan survei terbaru dari pusat riset pasar Kaspersky juga menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi pengguna. Lebih dari separuh responden mengaku pernah menghadapi penipuan online dalam satu tahun terakhir, sementara 45% menyatakan pernah menjadi korban serangan terhadap perangkat, akun, maupun data pribadi, seperti peretasan akun media sosial, kebocoran data hingga infeksi malware.

Kaspersky menilai hampir setiap tren global kini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya. Pada Maret 2026, misalnya, teknologi anti-phishing perusahaan mendeteksi lonjakan penipuan yang memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026 dengan membuat situs palsu yang menyerupai laman resmi turnamen maupun menawarkan layanan yang menyesatkan pengguna.

Selain phishing konvensional, teknologi berbasis pembelajaran mesin (machine learning/ML), pengenalan pola, dan analisis ancaman secara real-time juga digunakan untuk mendeteksi berbagai modus penipuan lain seperti toko online palsu, penipuan aset kripto hingga skema yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.

Kaspersky juga mengingatkan bahwa kampanye penipuan kini semakin efektif karena memanfaatkan data pribadi yang diperoleh dari kebocoran data, malware pencuri informasi (infostealer), akun yang diretas maupun paparan data lainnya. Informasi tersebut kemudian dirangkai untuk membuat pesan yang tampak meyakinkan dan meniru identitas pihak yang dipercaya korban.

Sebagai respons atas meningkatnya ancaman tersebut, Kaspersky memperkuat layanan Kaspersky Premium dengan menyatukan berbagai fitur keamanan ke dalam blok AI-powered Scam Protection di aplikasi Windows dan macOS. Langkah ini diharapkan memudahkan pengguna memahami sekaligus mengakses perlindungan terhadap berbagai ancaman digital, sementara pada perangkat seluler fitur tersebut tetap berjalan otomatis di latar belakang.

Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova, mengatakan penipuan berbasis AI kini telah menjadi tantangan baru yang tidak lagi mudah dikenali hanya dengan kewaspadaan pengguna.

“Penipuan berbasis AI adalah realitas baru. Dihasilkan oleh AI, volumenya terus meningkat dan mengintai di mana-mana, mulai dari situs tiket palsu hingga peniruan identitas teman di aplikasi pesan, penipuan ini dapat mengelabui bahkan pengguna yang paling berpengalaman. Mengandalkan kemampuan Anda sendiri untuk mendeteksi penipuan saja tidak cukup. Itulah mengapa kami telah mengintegrasikan deteksi AI canggih langsung ke dalam produk kami sehingga teknologi kami dapat mendeteksi apa yang tidak dapat dilihat mata manusia, dan melindungi pengguna secara real-time,” ujar Marina Titova.

Selain deteksi berbasis AI dan ML, Kaspersky Premium juga dilengkapi fitur pemeriksa kebocoran data dan pencurian identitas, pengelola kata sandi, serta teknologi perlindungan berbasis perilaku System Watcher yang mampu memantau aktivitas aplikasi dan mendeteksi indikasi penyalahgunaan maupun aktivitas berbahaya secara real-time. Dengan pembaruan tersebut, perusahaan berharap perlindungan terhadap interaksi digital pengguna menjadi lebih komprehensif di tengah meningkatnya ancaman penipuan siber.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Schneider Electric Perkuat Ekosistem Kelistrikan Hunian, Bidik Peningkatan Kompetensi 8.000 Teknisi

Industri perangkat kelistrikan nasional terus bergerak menuju standar yang lebih tinggi seiring meningkatnya kebutuhan hunian modern yang tidak hanya...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img