Kamis, Juli 9, 2026

Schneider Electric Perkuat Ekosistem Kelistrikan Hunian, Bidik Peningkatan Kompetensi 8.000 Teknisi

Must Read

Industri perangkat kelistrikan nasional terus bergerak menuju standar yang lebih tinggi seiring meningkatnya kebutuhan hunian modern yang tidak hanya mengedepankan desain, tetapi juga keamanan dan efisiensi energi. Momentum tersebut dimanfaatkan Schneider Electric dengan menghadirkan berbagai inovasi produk serta program pengembangan sumber daya manusia pada ajang IndoBuildTech Expo 2026.

Perusahaan teknologi energi global itu menilai pasar hunian di Indonesia semakin menuntut solusi kelistrikan yang menggabungkan aspek estetika, fungsi, dan keamanan. Melalui tema “Rumah Nyaman, Listrik Aman”, Schneider Electric memperkenalkan berbagai inovasi untuk mendukung perkembangan industri kelistrikan dan konstruksi hunian yang semakin kompleks.

Business Vice President Home Solutions Schneider Electric Indonesia Ahmad Saiful mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap hunian modern telah berkembang pesat, sehingga industri perlu menghadirkan solusi yang mampu menjawab tuntutan kenyamanan sekaligus keselamatan.

“Di IndoBuildTech Expo 2026, kami ingin menunjukkan bahwa hunian modern perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari kenyamanan, estetika, hingga keamanan kelistrikannya. Dengan pengalaman lebih dari 190 tahun dalam inovasi kelistrikan secara global dan hampir 40 tahun dalam pengembangan bisnis sakelar dan stopkontak, kami terus memahami evolusi kebutuhan hunian tersebut, termasuk di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar utama kami untuk kategori sakelar dan stopkontak,” ujar Ahmad Saiful.

Dalam pameran tersebut, Schneider Electric juga menampilkan AvatarOn, lini sakelar premium yang mengedepankan personalisasi desain tanpa mengorbankan standar keamanan. Produk ini memiliki kapasitas arus hingga 16 ampere (AX), lebih tinggi dibandingkan sebagian besar sakelar yang beredar di pasar domestik yang masih menggunakan kapasitas 10AX. Spesifikasi tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi di sektor rumah tangga.

Selain itu, produk tersebut menggunakan material polikarbonat tahan benturan dan panas, memiliki proteksi anti-UV, serta telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), standar International Electrotechnical Commission (IEC), dan berbagai standar internasional lainnya. Kehadiran produk-produk dengan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya industri dalam meningkatkan kualitas dan keselamatan instalasi listrik di Indonesia.

Schneider Electric juga menggandeng ilustrator dan kreator visual Room.533, Sifa Adni Qolby, untuk menghadirkan pendekatan berbeda dalam pengembangan produk kelistrikan. Melalui konsep “The Art of Feeling at Home”, perusahaan mencoba memperluas persepsi masyarakat bahwa perangkat kelistrikan tidak hanya berfungsi sebagai komponen teknis, tetapi juga bagian dari identitas dan karakter hunian.

“Bagi saya, rumah selalu terasa personal karena dibentuk oleh benda-benda kecil yang dekat dengan keseharian kita. Setiap objek bisa menyimpan cerita, suasana, dan memori tertentu. Dalam kolaborasi ini, saya ingin menghadirkan rasa hangat dan familiar itu ke dalam pengalaman visual bersama Schneider Electric, termasuk melalui sakelar AvatarOn. Jika furnitur, lampu, atau dekorasi bisa mencerminkan kepribadian seseorang, sakelar di dinding pun bisa menjadi bagian dari ekspresi yang membuat ruang terasa lebih hidup dan lebih personal,” kata Sifa.

Di sisi lain, perusahaan juga menyoroti tantangan industri kelistrikan yang tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga kompetensi tenaga kerja. Untuk itu, Schneider Electric meluncurkan Schneider Electric Electrician Academy, sebuah program peningkatan kompetensi nasional bagi teknisi listrik, retailer, dan tenaga penjual toko listrik.

Program yang berlangsung dari Juli hingga Desember 2026 tersebut menargetkan hingga 8.000 peserta melalui pembelajaran digital, webinar, kuis, serta pemantauan progres. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat profesionalisme tenaga kerja sekaligus mendukung penerapan standar instalasi listrik yang lebih aman di Indonesia.

“Schneider Electric Electrician Academy merupakan bagian dari komitmen Schneider Electric untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan listrik di Indonesia. Kami percaya instalasi listrik yang aman tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kompetensi para profesional dan pelaku ekosistem kelistrikan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Ahmad.

Program tersebut dijalankan bersama PT Dana Purna Investama (DPI) sebagai mitra penyedia peserta. Menurut Chief Training PT Dana Purna Investama Yosua Pengayoman, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi kelistrikan yang semakin cepat.

“Kami menyambut baik peluncuran Schneider Electric Electrician Academy sebagai inisiatif untuk meningkatkan kompetensi tenaga listrik di Indonesia. Program ini relevan dengan kebutuhan industri, terutama dalam mendukung praktik instalasi listrik yang lebih aman, andal, dan sesuai standar. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat budaya keselamatan listrik di Indonesia, serta membuka kesempatan bagi semakin banyak teknisi listrik untuk berpartisipasi dan meningkatkan kompetensi,” kata Yosua.

Melalui kombinasi inovasi produk, kampanye penggunaan perangkat kelistrikan asli, serta penguatan kompetensi tenaga kerja, Schneider Electric berupaya memperkuat ekosistem industri kelistrikan nasional yang lebih aman, berkualitas, dan siap menjawab kebutuhan hunian modern di masa depan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Diversifikasi Bisnis Angkat Kinerja Erajaya, Penjualan Tembus Rp76,6 Triliun pada 2025

Strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan PT Erajaya Swasembada Tbk terbukti menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025. Emiten...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img