Minggu, Maret 1, 2026

Upaya Pulihkan Perdagangan Luar Negeri, Kemendag Perkuat Strategi Peningkatan Ekspor

Must Read

Moneter.id

Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong ekspor untuk mendorong
pemulihan perdagangan dan meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia. Sejumlah
cara akan ditempuh seperti mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan dan mengidentifikasi
produk-produk dalam negeri yang berpotensi menjadi komoditas ekspor.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan
Jerry Sambuaga dalam diskusi panel virtual BRI Group Economic Outlook, Kamis
(28/1).

“Perjanjian perdagangan kawasan penting untuk
dilakukan. Di kawasan ASEAN, Indonesia adalah negara terbesar dan strategis.
Hal ini dapat menunjukkan ke komunitas internasional bahwa Asia Tenggara adalah
kawasan yang diperhitungkan sehingga bisa menjadi hub untuk berinteraksi dengan
kawasan-kawasan lain,” ungkap Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry menambahkan, peran penting Indonesia
pada penyelesaian perjanjian perdagangan di kawasan seperti Regional
Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga ikut menunjukkan bahwa posisi
Indonesia strategis dan signifikan di mata internasional.

Terkait produk berpotensi ekspor, Wamendag Jerry
melihat ada potensi besar dari produk-produk digital buatan dalam negeri,
misalnya di sektor gim daring dan produk-produk simulator untuk keperluan
kesehatan maupun militer.

Menurutnya, produk-produk seperti gim daring dan
produk simulator tersebut dapat menjadi terobosan ekspor komoditas Indonesia.

“Indonesia punya itu. Kita bisa lakukan business
matching dengan vendor-vendor di luar negeri. Terobosan seperti ini yang harus
kita kembangkan, bagaimana kita melihat produk-produk digital itu bisa
dijadikan produk ekspor andalan,” kata Wamendag Jerry.

Sementara Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN)
Kemendag, Kasan mengatakan, menjaga pasar dan ekspor produk utama Indonesia,
serta meningkatkan penetrasi ke pasar nontradisional juga merupakan bagian dari
strategi perdagangan luar negeri yang akan ditempuh saat ini.

“Nilai ekspor ke pasar-pasar nontradisional relatif
belum signifikan, tetapi pasar nontradisional seperti Timur Tengah, Afrika, dan
Amerika Latin memiliki potensi yang cukup besar,” kata Kasan.

Kasan juga mengatakan, melalui program peningkatan
ekspor, Kemendag terus berupaya meningkatkan ekspor produk-produk yang bernilai
tambah.

“Upaya ini ditempuh melalui program pengembangan
produk ekspor, pengembangan sumber daya manusia di bidang ekspor, dan promosi
dagang. Kemendag akan terus memfasilitasi pengusaha Indonesia untuk melakukan
promosi ke berbagai negara,” kata Kasan.

Selain itu menurut Kasan, pertumbuhan perdagangan
Indonesia di tahun 2021 ini tidak bisa lepas dari faktor internal di dalam
negeri dan eksternal di negara tujuan. Faktor internal yang utama saat ini
adalah upaya penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri. Hal ini karena
penanganan pandemi turut mempengaruhi kondisi ekonomi, yang juga akan berdampak
pada perdagangan.

“Tingkat pemulihan yang juga berdampak ke perdagangan
akan dibaca sebagai kondisi yang gradual sampai awal tahun depan. Faktor
internal lainnya meliputi dukungan fiskal yang dilakukan pemerintah untuk
memulihkan ekonomi dan menemukan cara untuk mendorong konsumsi di dalam negeri,
terutama kelas menengah karena porsinya yang lebih besar daripada kelas atas,”
ungkap Kasan.

Sementara itu, faktor eksternal meliputi kondisi
pandemi Covid-19 di negara tujuan yang mempengaruhi kebijakan karantina wilayah
di negara tersebut. Kasan berharap faktor eksternal lainnya seperti kondisi
geopolitik dan isu perang dagang dapat melunak di tahun ini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img