Moneter.id
– Emiten
telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menandatangani perjanjian
fasilitas pinjaman dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) pada 4 Mei 2020.
Disebutkan, XL Axiata melaporkan perjanjian fasilitas
pinjaman yang disepakati dengan BCA senilai Rp1,5 triliun.
“Perjanjian itu memiliki jangka waktu selama 5 tahun
sejak tanggal penarikan terakhir atau tanggal berakhirnya batas waktu penarikan
dan/atau penggunan fasilitas dengan tanpa jaminan,” tulis siaran pers
perusahaan di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).
Tahun ini, XL Axiata menargetkan pendapatan bisa
tumbuh sejalan atau lebih baik dari pertumbuhan industri telekomunikasi.
Perusahaan ini memprediksi, pendapatan industri akan naik mid-single digit.
“Sejak 2017 hingga 2019, kinerja kami tumbuh di atas
pertumbuhan industri. Untuk 2020, perkirakan kami dapat lebih baik dari
industri, paling tidak inline dengan market yang kira-kira tumbuh mid-single digit,” kata Direktur
Utama EXCL, Dian Siswarini.
Perseroan memprediksi, margin EBITDA pada 2020 akan
berada di kisaran 40%, naik dari 2019 yang sebesar 39%. Menurut Dian, hal ini
ditopang oleh peningkatan efisiensi dan sikap EXCL yang berhati-hati dalam
menyikapi perang harga.
Selain itu, prediksi 2020 ini dibuat dengan melihat
kondisi makroekonomi Indonesia dan industri telekomunikasi. Sebagaimana
diketahui, pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia 2020 akan tumbuh 5,3%
dengan inflasi di kisaran 3%, serta nilai tukar rupiah di Rp 14.400 per dolar
Amerika Serikat.




