Rabu, Januari 14, 2026

Kemenpar Optimis Kunjungan Wisman di 2018 Tumbuh Positif

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis
kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2018 tumbuh positif. Hal ini dikarenakan
perekonomian sejumlah negara yang menjadi pangsa pasar mengalami pertumbuhan
seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel).



“Ekonomi negara pasar yang tumbuh itu berhubungan dengan
orang yang akan berwisata keluar negeri,” kata Deputi Bidang Pengembangan
dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana di Denpasar, Jumat
(24/11). 

Ia berencana akan mengoptimalkan kegiatan promosi pariwisata
dengan menyasar segmentasi tertentu baik pemasaran secara konvensional dan
memanfaatkan teknologi informasi melalui promosi dalam jaringan.

Kemenpar menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara
ke Indonesia tahun 2018 dan menjadi tahun terakhir sebelum tahun 2019 yang
diharapkan sudah memenuhi target 20 juta wisatawan mancanegara.

Meski tahun 2018 merupakan tahun Pilkada, Pitana optimistis
perhelatan demokrasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan kepada
pariwisata.
“Kami tidak takut
dengan pilkada dan tidak ada pengaruh ke wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Justru, kata dia, pesta demokrasi itu akan menggerakkan
ekonomi daerah karena makin banyak hotel yang menjadi tempat pelaksanaan
konvensi termasuk ekonomi kecil yang terdongkrak karena banyaknya kebutuhan
kampanye seperti spanduk yang diterbitkan.

Sementara itu terkait Bali, sebagai barometer pariwisata
Indonesia yang saat ini tengah menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Agung di
Kabupaten Karangasem, Pitana mengakui memang ada penurunan pertumbuhan
wisatawan mancanegara ketika status gunung api itu naik dari siaga menjadi awas
pada September 2017.

Selama periode September 2017 pertumbuhan jumlah wisatawan
asing di Bali mencapai sekitar 25 persen dibandingkan periode sama tahun
sebelumnya.

Namun pada Oktober 2017, wisatawan mancanegara ke Bali tumbuh
enam persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
“Ada pertumbuhan tetapi menurun, kira-kira
pengaruh pembatalan akibat isu Gunung Agung. Tetapi situasi di Bali semua masih
dalam suasana normal,” ucapnya.

“Bahwa kegiatan promosi harus dilakukan dengan menganut
prinsip akurasi, dapat dipercaya dengan waktu yang pas,” tutupnya.
 (TOP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img