Kamis, Juni 18, 2026

Jakarta Kian Kokoh Jadi Hub Ekonomi Digital ASEAN, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Must Read

Posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital Asia Tenggara semakin menguat. Hal itu tercermin dari penyelenggaraan Asia Economic Summit (AES) 2026 di Jakarta yang mempertemukan pembuat kebijakan, investor, pelaku usaha, dan perusahaan teknologi untuk membahas strategi memperkuat daya tahan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global.

Forum yang digelar Tech in Asia, bagian dari SPH Media Singapura, mengusung tema “Where Southeast Asia’s Economic Decisions Take Shape”. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pengembangan ekosistem digital, penguatan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), hingga peningkatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta di kawasan ASEAN.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura sekaligus Minister-in-charge of Cybersecurity & Smart Nation Group Josephine Teo membuka pertemuan yang dihadiri sekitar 250 pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, investor, perusahaan, dan pemimpin industri teknologi. Keduanya menekankan pentingnya integrasi digital lintas negara serta tata kelola AI untuk menjaga daya saing kawasan.

Pemimpin Redaksi sekaligus Overall Lead Tech in Asia, Terrence Lee, mengatakan meningkatnya tantangan global membuat koordinasi antarnegara di Asia Tenggara menjadi semakin penting.

“Edisi kedua tahun ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan ekonomi, pengembangan infrastruktur AI, arus modal, hingga kolaborasi regional di tengah dinamika dan ketidakpastian global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/6).

Pembahasan dalam forum tersebut melibatkan sejumlah perusahaan global seperti OpenAI, Singtel, dan McKinsey & Company, serta perusahaan nasional seperti DANA dan Amartha. Kehadiran berbagai pemimpin industri tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap potensi ekonomi digital ASEAN yang terus berkembang.

Managing Director Tech in Asia Indonesia, Novrizal Pratama, menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai ekonomi terbesar di kawasan sekaligus pasar digital dengan pertumbuhan yang pesat.

“Dengan pertumbuhannya yang cepat, Indonesia memiliki peran penting sebagai pusat pertukaran ide dan diskusi, mengenai infrastruktur, investasi, kebijakan industri, hingga adopsi teknologi di seluruh ASEAN,” kata Novrizal.

Optimisme terhadap masa depan ekonomi digital kawasan juga didukung percepatan adopsi AI. Berdasarkan laporan bertajuk AI in Southeast Asia: An Era of Opportunity yang diterbitkan Tech in Asia bersama McKinsey dan Economic Development Board Singapura pada Februari 2026, sebanyak 73% perusahaan di Asia Tenggara telah memasuki tahap uji coba maupun ekspansi penerapan AI. Angka tersebut melampaui rata-rata global yang berada di level 57%.

Partisipasi lebih dari 10 negara, 30 perusahaan besar, dan 100 organisasi dalam AES 2026 menunjukkan semakin luasnya pengaruh forum tersebut dalam membentuk agenda ekonomi kawasan. Meningkatnya kehadiran investor asal Singapura dan pemangku kepentingan regional juga mempertegas posisi Jakarta sebagai salah satu pusat pertemuan strategis bagi transformasi ekonomi digital Asia Tenggara.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Biaya Perawatan Penyakit Jantung Naik 219%, Allianz Waspadai Tekanan Inflasi Medis

Lonjakan biaya penanganan penyakit kritis semakin menjadi tantangan bagi industri kesehatan dan asuransi. Data Allianz Indonesia menunjukkan biaya perawatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img