Moneter.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan
meminta jajarannya untuk lebih transparan dengan cara membuka akses data-data
umum mengenai energi serta sumber daya alam (SDA) ke umum dan investor..
“Setelah banyak pejabat struktural ini dilantik, saya
minta data seperti geologi, lelang minyak dan gas bumi serta pembaruan lainnya
dapat diakses secara umum, agar mudah diketahui,” kata Jonan usai melantik
sebanyak 22 pejabat struktural di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (08/12).
Menteri Jonan memberikan waktu selama tiga bulan kedepan untuk dapat
melakukan hal tersebut, karena menganggap selama ini banyak data-data umum yang
seharusnya dapat diketahui publik namun belum bisa terlaksana.
Jonan melantik sebanyak 22 pejabat struktural di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral yang dilantik terdiri dari 3 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya
(Eselon I), 9 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon 2), 3 orang Pejabat
Administrator (Eselon III), dan 7 orang Pejabat Pengawas (Eselon IV),
Ego Syahrial yang semula menjabat Direktur Jenderal Minyak
dan Gas Bumi dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral.Kedua, Rudy Suhendar dari Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi Kepala
Badan Geologi.
Dadan Kusdiana yang sebelumnya menjabat Kepala Biro
Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama menjadi Staf Ahli Bidang
Ekonomi Sumber Daya Alam.
Agung Pribadi dari Direktur Pembinaan Program Mineral dan
Batubara menjadi Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja
Sama. Kemudian Ediar Usman pada jabatan sebelumnya Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi Kelautan menjadi Direktur Pembinaan Program Mineral dan
Batubara.
Harris sebelumnya menjabat Kepala
Subdirektorat Penyiapan Program Pemanfaatan Energi menjadi Direktur Aneka
Energi Baru dan Energi Terbarukan.
Iwan Prasetya Adhi jabatan sebelumnya adalah Inspektur III
sekarang Sekretaris Inspektorat Jenderal. Selanjutnya Antonius Ratdomopurbo
jabatan sebelumnya Pnyelidik Geofisika kemudian menjadi Sekretaris Badan
Geologi. Iman Kristian S jabatan sebelumnya Sekretaris Badan Geologi menjadi
Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi. Lalu, Eko Budi
Lelono dari Peneliti Utama kini menjabat Kepala Pusat Survei Geologi.
Hermansyah jabatan lama adalah Kepala Bagian Perencanaan Strategis
menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan
Batubara. Hedi Hidayat dari Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan
Panas Bumi menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Edi Andayati dari Kepala Subbagian Perbendaharaan dan Pengeluaran Iuran menjadi
Kepala Bagian Anggaran Belanja pada Biro Keuangan Setjen ESDM. Kemudian Edi
Suhanto dari Kepala Subbagian Perencanaan dan keuangan menjadi Kepala Bagian
Keuangan pada Sekretariat badan Geologi.
Hadianto dari Kepala Subbagian Pengelolaan Informasi menjadi
Kepala Bagian Rencana dan Laporan pada Sekretariat Badan Geologi. Disusul Aang
Darmawan menjadi Pengelola Data dan Informasi dan Kepala Subbagian Analisis dan
Evaluasi Energi Baru, Terbarukan, Konservasi Energi, dan Ketenagalistrikan pada
Biro Perencanaan Setjen ESDM.
Selanjutnya ada Oktofriawan Hargiardana dengan jabatan
sebelumnya pada Perencana Pertama menjadi Kepala Subbagian Analisis dan
Evaluasi Unsur Pendukung pada Biro Perencanaan Setjen ESDM. Kemudian, Muhammad
Faisal dari jabatan Pengelola Data dan Informasi menjadi Kepala Subbagian
Rencana dan Keuangan pada Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM.
Pejabat ke 19 Burhan Wahyudien dari Perencana Pertama menjadi
Kepala Seksi Keselamatan Pertambangan Mineral pada Direktorat Teknik dan
Lingkungan Mineral dan Batubara. Disusul Adhi Devawijaya dari Analis Konservasi
Energi menjadi Kepala Seksi Pelayanan Usaha Aneka Energi Baru dan Energi
Terbarukan pada Direktorat Aneka EBT. Dan Andhy Darmeidi Sipayung jabatan lama
adalah Pengelola Teknologi dan Informasi menjadi Kepala Subbagian Evaluasi Dan
Laporan pada Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM.
Terakhir adalah Hendro Dwi Bayu Abadi dari Pustakawan Pertama menjadi
Kepala Subbagian Keuangan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
Kelautan. (SAM)




