Sabtu, Maret 7, 2026

142 Proyek EBT Mangkrak, Ini Bantahan ESDM

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah 142 proyek Energi Baru
Terbarukan (EBT) telah mangkrak atau terbengkalai.

Direktur
Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana
mengatakan, sejak enam tahun yang lalu, tepatnya sejak 2011 hingga tahun ini,
pemerintah telah membangun 686 unit pembangkit listrik EBT dengan nilai Rp3,01
triliun.

“Ratusan unit pembangkit
listrik itu tersebar di daerah-daerah terpencil, terisolasi, dan belum
terjangkau aliran listrik PLN. Sumber pembiayaan kegiatan-kegiatan tersebut
adalah dari APBN bukan investasi swasta,” ujar Rida, Senin (18/12)

Rida menjelaskan, dari
jumlah tersebut sebanyak 126 unit kegiatan senilai Rp1,044 triliun belum
diserahterimakan ke Pemerintah Daerah, dan 68 kegiatan diantaranya senilai
Rp305 miliar mengalami kerusakan ringan dan berat.

“Sebanyak 55 unit
senilai Rp261 miliar mengalami kerusakan ringan, yakni karena kapasitas
produksi pembangkit listrik menurun dari kemampuan daya optimum, namun masih
beroperasi. Hanya 13 unit dengan nilai kegiatan Rp48,85 miliar yang mengalami
rusak berat atau tidak beroperasi,” ucap Rida.

“Kerusakan
berat itu di antaranya karena bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan
petir,” jelas Rida.

Menurut Rida, penggunaan
istilah mangkrak oleh media tidak tepat. “Mangkrak itu konotasinya
kegiatan-kegiatan tersebut terbengkalai atau tidak diselesaikan pembangunannya.

Faktanya, kata
Rida seluruh kegiatan yang menjadi objek audit tersebut telah diselesaikan
pembangunannya, namun beberapa di antaranya mengalami kerusakan dalam
pengoperasiannya karena berbagai sebab.

Pemerintah sendiri, kata
dia, telah menginventarisasi kegiatan-kegiatan pembangkit EBT yang mengalami
kerusakan, untuk segera dilakukan perbaikan. “Kita tidak sekadar mendata,
kita telah membuat program perbaikannya agar segera bisa dinikmati oleh
saudara-saudara kita sesuai rencana dan semangat pembangunannya,”
ungkapnya.

Dalam tahun anggaran 2017,
lanjut Rida, Kementerian ESDM telah menganggarkan biaya perbaikan sebesar Rp8,9
miliar.

“Namun,
kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena tidak ada rekanan yang berminat
untuk melaksanakan perbaikan pembangkit listrik EBT sehingga dinyatakan gagal
lelang,” tegasnya.

Untuk tahun 2018, Rida
menjelaskan, ESDM anggarkan biaya perbaikan sebesar Rp17,68 miliar yang
pelaksanaannya sedang dikaji melalui kerja sama swakelola sehingga tidak
terjadi lagi gagal lelang,” kata Rida.

“Anggaran perbaikan
yang lebih besar, ditujukan agar perbaikan 68 unit kegiatan EBT yang rusak
dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,”
tutupnya. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img