Selasa, Januari 27, 2026

Target Standard Chartered, Bisnis Wealth Management Capai 20 Persen pada 2018

Must Read

Moneter.co.id – Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) terus melakukan
inovasi program dan produk untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis pengelolaan
dana (
wealth management) nasabah kaya. SCBI menargetkan pertumbuhan
bisnis 
wealth management pada 2018 dapat mencapai 20%. 

Executive Director & Head Wealth
Management
 Standard Chartered Bank Indonesia Bambang Simarno mengatakan,
pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk mencapai target itu.

“Selain meluncurkan sejumlah produk investasi baru, kami
melakukan penerapan digitalisasi untuk akses ke produk-produk wealth management,” ujarnya.

Paling tidak ada tiga produk investasi terbaru yang
diluncurkan Standard Chartered. Inovasi produk itu telah diperkenalkan dalam
berbagai kegiatan, termasuk saat menggelar seminar keuangan Wealth on
Wealth
 (WoW) di Kota Makassar pada akhir pekan ini.

“Produk investasi yang diperkenalkan berbeda-beda
bergantung tingkat kemampuan maupun kondisi nasabah,” ucap Bambang.

Ia menyebut rangkaian produk  wealth management
terbarunya yaitu Bahana Dana Ekuitas Prima (DEP). Produk itu merupakan reksa
dana saham dengan strategi indeks yang menawarkan nilai kompetitif dan
diversifikasi optimal.

DEP memberikan kesempatan kepada nasabah dengan profil
risiko agresif untuk berinvestasi ke 30 saham anggota IDX30. 

Selain produk DEP, Standard Chartered juga meluncurkan
produk hasil kerjasama dengan Prudential Indonesia. Terdapat dua produk
sekaligus. Produk baru investasi itu diyakini dapat memenuhi kebutuhan nasabah
atas perlindungan jiwa dan investasi. Rinciannya yakni PRUlink US Dolar Global Low
Volatilty Equity Find (DGLV)
 dan PRUlink US Dollar Emerging
Markets Equity Fund (DGEM).

“Pihaknya menaruh harapan bertumbuhnya bisnis wealth
management lantaran melihat besarnya potensi itu di Indonesia. Beberapa faktor
yang mempengaruhi yakni makro dan mikro ekonomi dan juga pertumbuhan pasar
saham serta naik turunnya suku bunga acuan di dalam negeri,” bebernya.

Potensi bisnis wealth management juga didukung beberapa
riset bahwa masyarakat kelas menengah saat ini mencapai 74 juta orang. “Angka
itu diproyeksikan terus naik, bahkan mencapai dua kali lipat pada 2020 menjadi
141 juta orang,” tutup Bambang.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img