Moneter.co.id – Pemerintah melalui Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) terus
mendorong optimalisasi promosi internasional dalam rangka peningkatan ekspor
produk industri lokal, salah satunya dengan menyediakan situs http://pameranln.kemenperin.go.id. Tujuannya, agar para pelaku industri nasional mendapatkan
berbagai informasi terkait perluasan akses pasar global khususnya pameran luar
negeri sehingga dapat memacu daya saing.
“Selain
agenda pameran internasional yang dikoordinasikan oleh Kemenperin, di situs ini
juga terdapat informasi tentang sejumlah pelaksanaan pelatihan teknis yang
dibutuhkan pelaku industri,” kata Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan
Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan di
Jakarta, Kamis (1/3).
Ia meyakini,
partisipasi dalam kegiatan pameran internasional dapat menjadi jembatan
strategis bagi pelaku industri nasional. Tidak hanya sebagai sarana untuk
memperkenalkan produk dan jasa, tetapi bisa mengetahui riset pasar dan tren
teknologi terkini. Selain itu juga ajang kompetisi dari para pelaku industri
dan memperluas jejaring kerja untuk kerja sama industri pada tingkat bisnis.
“Pelatihan
dan pendampingan pun merupakan bagian persiapan yang mutlak dibutuhkan pelaku
industri. Sehingga aktivitas promosi yang dilakukan lewat keikutsertaan dalam
pameran, bisa lebih memberikan hasil yang optimal,” papar Putu.
Putu
menambahkan, situs ini menyajikan pula informasi pasar yang bermanfaat seperti
gambaran persyaratan di negara tujuan ekspor yang harus dipenuhi, jalur
distribusi, dan selera konsumen yang sedang berkembang.
“Pengetahuan
dan pemahaman yang baik megenai pasar tujuan ekspor, akan membantu pelaku
industri nasional dalam melakukan perencanaan promosi dan ekspor yang tepat,”
jelasnya. Saat ini, telah tersedia informasi pasar Eropa untuk beragam sektor
mulai dari Natural Ingredients for
Cosmetics, Home Decoration, Motion
Drives, hingga Control and Automation.
Menurut
Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kemenperin Tony
Sinambela, pada tahun 2017, Kemenperin telah memfasilitasi keikutsertaan para
pelaku industri nasional di 16 pameran di luar negeri. Tahun 2018 ini,
direncanakan keikutsertaan dalam 15 pameran di luar negeri dengan dukungan yang
besar dari unit-unit di lingkungan Kemenperin.
“Target
negara tujuan dengan spesifikasi jenis produk pun beragam, di antaranya untuk
tahun ini seperti SIAL Paris Food
Innovation Exhibition-France, Sourcing at Magic Fashion Expo, Las Vegas-USA,
Yarn Textile Expo Shanghai-China, dan
Collection Premier Moscow Fashion Trade Fair-Russia,” sebutnya.
Tony
juga menjelaskan, keberadaan situs tersebut sebagai bentuk implementasi dari
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 04 Tahun 2016 tentang Pameran Luar Negeri
di Lingkungan Kementerian Perindustrian, dan dalam pembangunannya dilakukan
dengan dukungan Center for the Promotion
of Imports from Developing Countries (CBI) Kementerian Luar Negeri Belanda.
Kemenperin mencatat, ekspor industri pengolahan
nonmigas tahun 2017
sebesar USD125 miliar atau naik
13,94% dibandingkan tahun 2016 sekitar
USD109,7 miliar. Ekspor industri pengolahan nonmigas ini memberikan kontribusi
tertinggi hingga 76%
dari total ekspor nasional tahun 2017 yang mencapai USD168,73 miliar.
(HAP)




