Moneter.id – Perusahaan
telekomunikasi berbasis digital PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) menggelar
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan agenda antara lain Laporan
Tahunan Perseroan dan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Dalam
laporannya di hadapan para investor dan dewan komisaris, MKNT mencatatkan
kenaikan siginifikan pada nilai penjualan dan laba bersih di tahun 2017.
Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi
mengemukakan, kenaikan penjualan tahun 2017 merupakan cerminan masih tingginya
permintaan masyarakat terhadap produk telekomunikasi dan digital di tengah isu
lesunya daya beli.
“Di tengah
isu melemahnya daya beli di sektor ritel saat ini, permintaan terhadap produk
telekomunikasi, khususnya paket data internet justru masih sangat tinggi.
Kebutuhan komunikasi berbasis internet kini sudah menjadi hal dasar dalam
keseharian masyarakat. Sebagai salah satu distributor produk telekomunikasi
terkemuka di Indonesia, kami bangga bisa hadir melayani kebutuhan tersebut,”
tutur Jefri di hotel Ritz Carlton di Jakarta, Selasa (5/06).
Sepanjang
tahun 2017, MKNT sukses meraih penjualan sebesar Rp6.3 Triliun atau tumbuh
sebesar 2.238% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya di angka Rp270,
9 Milyar.
Perseroan
juga mencatatkan laba komprehensif senilai Rp 90,2 Milyar atau naik sebesar
3.817% dari Rp2,3 Milyar. Sebagai informasi, pada kuartal I/2018, MKNT mencatatkan
penjualan bersih sebesar Rp1.518,14 Milyar.
Sejak tahun
2008, MKNT fokus pada bisnis utamanya untuk distribusi pulsa dan starter
pack produk Telkomsel di Jawa, Bali dan Sumatera. Selain fokus melayani
distribusi produk telekomunikasi dari Telkomsel, MKNT juga merupakan
distributor perangkat mobile untuk merek dagang Samsung, VIVO, OPPO dan Huawei
di Indonesia.
Secara
spesifik, MKNT mengantungi kurang lebih 95% pendapatannya dari bisnis pulsa dan
penjualan terbesar untuk gadget berasal dari merk Samsung, Oppo, dan Huawei.
Bisnis
tersebut sukses membuat MKNT meraih 9.52% market share tahun 2017,
dimana dalam penyalurannya Perseroan memanfaatkan jalur distribusi dan
retailer.
Tercatat,
MKNT memiliki enam belas (16) kluster dari Telkomsel yang di dalamnya terdapat
74 kantor cabang dengan 31 unit GraPari dan 43 Mobile Gallery di Indonesia.
Adapun untuk jaringan retailer, MKNT memiliki total 175.000 retailer yang
melayani 79 outlet Telkomsel Distribusi.
Jefri
menyatakan, MKNT akan terus fokus memberikan kualitas layanan terbaik bagi para
mitra usaha, khususnya di daerah. MKNT kini juga mulai fokus menjajaki peluang
kerjasama dengan berbagai perusahaan teknologi finansial (fintech) dimana
Perseroan meyakini kerjasama ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi mitra pengecer
dengan lebih signifikan.
“Meskipun fokus
kami adalah di bisnis distribusi, kami juga memikirkan strategi agar skala
ekonomi para pengecer produk bisa bertumbuh. Karenanya, dengan pengembangan
ekosistem digital di internal perusahaan ditambah dengan peluang kerjasama ke
beberapa perusahaan fintech, kami optimistis bisa unutk mengembangkan kualitas
layanan yang komprehensif. Kombinasi strategi ini tidak hanya berguna untuk
efisiensi pengawasan distribusi, tetapi juga mempermudah mitra pengecer kami
mengakses produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya,” tutup Jefri.
Selain
mengumumkan laporan keuangan tahunan, Perseroan juga mengumumkan beberapa
perubahan pengurus dimana pada tanggal 25 April 2018 Perseroan menerima
pengunduran diri Victor Antonio Kohar dari jabatannya selaku Komisaris dan Ade
Ambrita dari jabatannya selaku Komisaris Independen.
Berikut
jajaran direksi MKNT dengan urutan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
merangkap Komisaris Independen : Santoso Widjojo
Komisaris : Redi Sopyadi
Komisaris : Ivan
Ekancono
Dewan Direksi
Direktur Utama merangkap
Direktur Keuangan : Jefri Junaedi
Wakil Direktur Utama
(CEO) : Roby Tan
Direktur Sales &
Marketing : Artiko Samudro
Direktur Operasional :
Doane Cahyadi
Direktur Independen :
Syarif Syarial Ahmad
(TOP)




