Senin, Maret 2, 2026

Kuartal I/2018, Impor Bali Tembus USD 44,35 Juta

Must Read

Moneter.id – Bali mengimpor bahan baku untuk mendukung usaha ekonomi kreatif sebesar
44,35 juta dolar AS selama kuartal I/2018. Angka ini meningkat 16,63 juta dolar
AS atau 59,99% dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya tercatat 27,72
juta dolar AS.

“Bahan baku berbagai jenis produk yang didatangkan dari
luar negeri itu untuk mendukung proses usaha ekonomi kreatif yang produksinya
kembali diekspor ke luar negeri yang mampu meningkatkan nilai tambah,” kata
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis
(14/06).

Ia mengatakan, khusus nilai impor Bali pada April 2018
sebesar 14,19 juta dolar AS, meningkat 1,78 juta dolar AS atau 14,36% dibanding
Maret 2018 (m-to-m) yang tercatat 12,41 juta dolar AS.

Namun nilai impor pada April 2018 yang mencapai 14,19 juta
dolar AS itu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya terjadi
peningkatan mencapai 5,31 juta dolar AS atau 59,83%, karena April 2017 nilai
impor hanya 8,87 juta dolar AS.

Adi Nugroho menambahkan, komoditas utama yang didatangkan
dari luar negeri itu antara lain produk minyak atsiri, kosmetik dan
wangi-wangian sebesar 16,38%, menyusul produk perhiasan (permata) 16,15%.

Selain itu juga mengimpor produk lonceng, arloji dan
bagiannya sebesar 14,76%, produk barang-barang dari kulit 10,62% serta produk
mesin dan perlengkapan mekanik 6,30%.

Adi Nugroho menjelaskan, aneka jenis komoditas impor itu
mendatangkan dari Hong Kong 46,10%, China 10,06%, Amerika Serikat 8,53%,
Singapura 6,58% dan Jerman 4,91%.

Dari sepuluh besar negara utama asal impor Bali, dari negara
Belanda mengalami lonjalan yang sangat tinggi mencapai ribuan persen
dibandingkan dengan bulan Maret 2018 (m-to-m). Sepanjang tahun 2017-2018 puncak
tertinggi impor dari Belanda adalah pada bulan April 2018.

Komoditas yang mendominasi impor barang asal Belanda adalah
produk mesin dan alat listrik senilai 178,142 dolar AS.

Demikian pula Bali pada April 2018 kembali melakukan impor
barang dari Papua New Guinea, yang jika dibandingkan dengan Maret 2018 mupun
April 2017 tidak melakukan impor dari negara tersebut.

Komoditas dominan yang diimpor adalah produk kopi, teh dan
rempah-rempah berupa vanila yang tidak ditumbuk senilai 211.050 dolar AS, jika
dibandingkan dengan bulan April 2017 (y-on-y), impor yang berasal dari Hong
Kong dan Perancis mengalami peningkatan hingga ribuan persen.

“Komoditas yang mendominasi peningkatan impor dari kedua
negara tersebut adalah produk minyak atseri, kosmetik dan wangi-wangian,” ujar
Adi Nugroho.

 

(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img