Moneter.id – Laba bersih
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) turun 31,8% menjadi US$ 73,40 juta
dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar US$ 107,7 juta. Hal ini dikarenakan
membengkaknya beban pendapatan.
Menurut informasi
perseroan dalam siaran persnya di Jakarta,Rabu (27/06) beban pokok pendapatan
Chandra Asri membengkak menjadi sebesar US$ 554 juta di kuartal I/2018.
Sebelumnya,
beban pokok pendapatan perusahaan ini adalah sebesar US$ 456 juta atau
mengalami kenaikan sebesar 21,4%. Sementara perseroan mencatatkan pendapatan
US$ 695,28 juta sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2018 ini.
“Pendapatan
ini naik 9,88% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar
US$ 632,74 juta,” tulisnya.
Kemudian
biaya bahan baku meningkat menjadi sebesar US$ 392 juta di tahun 2018 dari
sebelumnya sebesar US$354 juta, sehingga biaya produksi naik sebesar 11%.
Sementara, margin
laba kotor Chandra Asri turun sebesar 20,27% pada kuartal I/2018. Margin ini turun
jika dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun lalu sebesar 27,86%.
Penjualan lokal masih
mendominasi pendapatan TPIA di kuartal pertama tahun ini. Penjualan lokal
sebanyak 74% atau sebesar US$ 514 juta. Sisanya diperoleh dari penjualan yang
berasal dari luar negeri. Chandra Asri mengerek porsi penjualan lokal ini.
Kuartal satu
tahun lalu, porsi penjualan lokal TPIA sebesar 66,80%. Dari nominal pun,
penjualan ekspor turun dari US$ 206,45 juta di kuartal satu tahun lalu menjadi
US$ 176,43 juta.
Per akhir Maret, anak usaha
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) iniUS$ 2,97 miliar. Total aset ini turun tipis
dari akhir Desember 2017 sebesar US$ 2,99 miliar. Total liabilitas TPIA sebesar
US$ 1,22 miliar, turun 7,11% jika dibandingkan dengan akhir Desember 2017. Ekuitas
TPIA sebesar US$ 1,74 miliar.
(HAP)




