Senin, Maret 2, 2026

Tembus USD 446 Juta, Enam Industri Korsel Komitmen Investasi di Indonesia

Must Read

Moneter.id – Sejumlah
industri manufaktur Korea Selatan (Korsel) dari berbagai sektor, menyatakan
minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Komitmen investasi ini
merupakan hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018
sekaligus peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin baik
selama 45 tahun.

“Pertemuan ini
mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi
bisnis dengan Indonesia,
baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru
di beberapa
sektor
industri yang prospektif
,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Seoul,
Senin (10/9)
.

Menperin
meyakini, kerja sama yang terjalin itu
dapat
mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah
bahan baku dalam negeri sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja
lokal. “Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama
melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Langkah sinergi yang dibangun pelaku industri kedua negara
juga diharapkan mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya
adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan
guna mendukung revolusi industri 4.0.

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat
menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk
hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun
perekonomian,” papar Airlangga.

Pada
kesempatan itu, Menperin juga turut menyaksikan penandatanganan 15 nota
kesepahaman (
memorandum of
understanding
/MoU) yang dilakukan oleh perusahaan dan institusi
pemerintah kedua negara. Kerja sama ini meliputi sektor energi, properti,
mesin, teknologi, dan kosmetika. Total komitmen investasi yang bersifat
business to business (B-to-B) dari hasil
MoU tersebut mencapai USD5,76 miliar.

Kesepakatan
yang terjadi di sektor industri, di antaranya Hyundai Engineering yang bermitra
dengan PT Sulfindo Adiusaha untuk pengembangan pabrik kimia yang akan
menghasilkan produk
vinyl chloride
monomer
(VCM) dan poly vinyl chloride
(PVC) di Merak, Banten dengan nilai investasi sebesar USD200 juta.

Kemudian,
pengembangan pabrik mesin diesel senilai USD185 juta yang dilakukan oleh Doosan
Infracore dengan PT Boma Bisma Indra (Persero) dan PT Equiti Manajemen
Teknologi.

Selanjutnya,
SD Biotechnologies menjalin kerja sama dengan PT Orion Pratama Sentosa untuk
membangun industri kosmetika di Karawang, Jawa Barat senilai USD20 juta, serta
terjalin pula kemitraan strategis di bidang pengembangan pusat teknologi
alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat yang merupakan kolaborasi Korea
Institute for Advancement of Technology dan Kementerian Perindustrian.

Turut
pula hadir menyaksikan dari delegasi Indonesia, yakni Kepala BKPM Thomas
Lembong, Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, dan Kepala Bekraf Triawan
Munaf. Rosan mengungkapkan, masih banyak potensi-potensi perdagangan dan
investasi antara RI-Korsel yang perlu digali. “Kami sangat terbuka akan
investasi yang masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya,
kali ini merupakan rombongan terbesar yang diajak karena membawa 104 pengusaha
ikut dalam Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018. “Ini sebagai
tanda membaiknya hubungan dagang dan investasi Indonesia dengan Korea Selatan
yang sangat baik,” imbuh Rosan.

Sementara
itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Korsel (KCCI) Park Yong-man berharap forum
ini dapat memuluskan jalan bagi perusahaan-perusahaan Korsel untuk berinvestasi
dalam proyek-proyek inovatif di Indonesia. Apalagi sudah ada arah yang jelas
dalam pengembangan industri ke depan melalui peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi,
ada rencana yang komprehensif bagi pengembangan industri berteknologi tinggi,
mencakup teknologi digital, serta
bio and
hardware automation
. Sebagaimana perusahaan Korea sangat tertarik dan
memiliki pengalaman terbaik di bidang ini, kami berharap kedua belah pihak
dapat meningkatkan kolaborasi di masa depan,” paparnya.

Berikut
enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah komit berinvestasi di Indonesia:

1. LS Cable & System yang
bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel
listrik senilai USD50 juta di Karawang, Jawa Barat.

2. Parkland yang menggelontorkan
dananya sebesar USD75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa
Tengah. 

3. Sae-A Trading menanamkan modalnya hingga USD36 juta untuk sektor
tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah. 

4. Taekwang Industrial akan
membangun industri alas kaki senilai USD100 juta di Subang dan Bandung, Jawa
Barat. 

5. World Power Tech dengan mitra
lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD85 juta untuk
pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat. 

6. InterVest dengan Kejora
Ventures yang menamamkan modalnya USD100 juta untuk jasa pembiayaan
startup (modal ventura) di DKI Jakarta. Total
investasi mencapai USD446 juta.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img