Moneter.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan siap melindungi ratusan pekerja Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) asal Jabodetabek.
“Ini merupakan kegiatan kedua yang telah
diselenggarakan tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan untuk
UKM Mitra YDBA di Waru, Sidoarjo pada September lalu,” kata Deputi
Direktur Bidang Pengelolaan Kepesertaan BPJS-TK Zainudin di Cikarang, Jumat
(9/11).
Zainudin mengatakan
YDBA yang merupakan anggota Grup Astra itu patut ditiru sebagai contoh karena
tidak hanya memikirkan karyawannya untuk terus berkarya namun memastikan
perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para mitra UMKM binaannya.
Saat ini sebanyak 49.478.334 tenaga kerja sudah menjadi peserta BPJS-TK,
sedangkan untuk peserta dari sektor pelaku UMKM menyumbang sekitar 20 persen di
antaranya.
“Secara nasional sektor pekerja informal atau usaha kecil mikro masih
rendah kepesertaannya dan menjadi tantangan untuk memberi perlindungan jaminan
sosial,” katanya.
Melalui YDBA, lanjut Zainudin, BPJS-TK dapat mengumpulkan dan memfasilitasi para pelaku UMKM dan mendorong untuk patuh terhadap
aturan termasuk mendaftarkan dengan benar seluruh tenaga kerjanya, upah yang
dilaporkan dan juga program yang didaftarkan.
YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya
pada 1980 dengan filosofi Berikan Kail Bukan Ikan, sebagai komitmen Astra untuk
berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan
dalam butir pertama filosofi Astra yakni Catur Dharma yaitu Menjadi milik yang
bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.
YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada
pembinaan UMKM yang meliputi usaha manufaktur, baik terkait value chain bisnis
Astra maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan dua, pengrajin,
hingga petani.
Hingga Desember 2017, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.374 UMKM. Untuk
pemuda putus sekolah, YDBA telah melatih 716 pemuda menjadi mekanik. YDBA
secara tidak langsung juga telah menciptakan 65.855 lapangan pekerjaan melalui
UMKM yang difasilitasinya.




