Moneter.id – Anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yakni, PT
Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola Jalan Tol Solo-Ngawi, mendapat Dana
Talangan Tanah (DTT) sebesar Rp1.264.049.955.000 dari Bank Mandiri, BNI, dan
BRI. Penandatanganan kredit sindikasi tersebut berlangsung di Kantor Pusat Jasa
Marga, Jakarta, Selasa (13/11).
Direktur Keuangan PT JSN Yudhi Mahyudin mengatakan, dana
talangan ini guna mempercepat pengerjaan Jalan Tol Solo-Ngawi.
“Pihaknya berterima kasih kepada Bank Mandiri, BNI, dan
BRI yang telah memberikan fasilitas kredit dari sindikasi untuk DTT ini,”
ucapnya, Selasa (13/11).
“Kerjasama ini mengurangi beban keuangan kami karena
sebelumnya kami meminjam ke pihak ketiga dengan suku bunga tinggi. Sekarang,
suku bunganya lebih rendah sehingga bisa menghemat financial cost kami,” ungkapnya.
Lebih jauh, kata Yudhi, kredit ini akan digunakan untuk
memproses Uang Ganti Rugi (UGR) tanah kepada masyarakat yang saat ini sudah
berjalan.
“Dalam pembebasan tanah ini, kami juga dikontrol. Jadi,
kami tidak membebaskannya sendiri. Rekening kami juga akan dikontrol oleh Badan
Pengelola Jalan Tol (BPJT). Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah terlibat dalam proses kredit sindikasi ini,” ujarnya.
Penandatanganan kredit sindikasi ini merupakan perwujudan
sinergi BUMN, lebih rincinya antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan institusi
perbankan sebagai kreditur.
Dalam perjanjian tersebut, baik Bank Mandiri, BNI, dan
BRI masing-masing memberikan kredit maksimal sebesar Rp 421.349.985.000. Jangka
waktu pemberian pinjaman kredit ini adalah 24 bulan sejak tanggal perjanjian
kredit sindikasi ini ditandatangani.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Solo-Ngawi memiliki panjang
90,43 km yang terbagi dalam dua bagian pekerjaan, yaitu bagian yang dikerjakan
oleh Pemerintah mulai STA 0+000- STA 21+081,5 sepanjang 21,08 km, sedangkan
mulai dari STA 21+081,5- STA 90+43 sepanjang 69,35 km dikerjakan oleh PT JSN.
Jalan Tol Solo-Ngawi telah dioperasikan tanpa tarif
sebagai jalan tol fungsional pada pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018
lalu. “Peran jalan tol fungsional Solo-Ngawi terbukti memperlancar
arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” ujarnya.
Jalan Tol Solo-Ngawi sendiri merupakan bagian dari
jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dukungan infrastruktur jalan tol tersebut menjadi salah satu upaya dalam
memecah masalah transportasi darat dan konektivitas baru.
Selain itu, jalan tol
tersebut juga dapat berdampak positif bagi ekonomi kawasan secara umum,
khususnya lingkungan sekitar Jalan Tol Solo-Ngawi.




