Moneter.id – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berencana membagikan
dividen interim tahun buku 2018 lebih dari US$75,17 juta kepada para pemegang
sahamnya. Keputusan tersebut diambil ADRO dalam rapat direksi dan dewan komisaris yang
diselenggarakan Senin (17/12).
“Jadwal pelaksanaan cum dividen di pasar reguler dan pasar tunai
masing-masing akan dilakukan pada 27/12/2018 dan 02/01/2019, sedangan ex
dividen akan dilakukan pada 28/12/2018 dan 03/01/2019,” kata direksi ADRO, Rabu (19/12).
Direksi dan dewan komisaris ADRO menyetujui
untuk membagikan dividen interim tahun buku 2018 sebesar US$75,17 juta untuk
31.985.962.000 lembar saham. ADRO melanjutkan, dividen interim tersebut akan
dibayarkan pada 15/01/2019 mendatang melalui rekening KSEI bagi pemegang saham
yang tercatat dalam penitipan kolektif KSEI dan melalui transfer bagi pemegang
saham yang masih menggunakan warkat.
Per September 2018, PT Adaro Energy Tbk membukukan laba
inti US$526 juta atau naik 6% yoy seiring dengan peningkatan kinerja
operasional. Sementara pendapatan usaha emiten tambang ini tercatat sebesar
US$2,66 miliar, naik 9,35% yoy dari sebelumnya US$2,44 miliar.
“Bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara berkontribusi 92,54%
dari total pendapatan atau sejumlah US$2,47 miliar. Pasar ekspor berkontribusi
US$2,04 miliar, sedangkan pasar domestik US$633,73 juta,” jelasnya.
Sementara, EBITDA
operasional ADRO per September 2018 naik 5% yoy menjadi US$1,06 miliar dari
sebelumnya US$1 miliar. Sampai akhir tahun ini, perusahaan mempertahankan
EBITDA operasional di kisaran antara US$1,1 miliar—US$1,3 miliar.
Hingga kuartal III/2018, perusahaan memproduksi batu bara sejumlah 38,98
juta ton, turun 1% yoy dari sebelumnya 39,36 juta ton. Adapun, volume penjualan
dalam periode yang sama menurun tipis menjadi 39,27 juta ton dari posisi per
September 2017 sebesar 39,44 juta ton.
Sementara itu, laba bersih Adaro pada
periode 9 bulan pertama 2018 mencapai US$312,71 juta. Nilai itu menurun 16,04%
yoy dari sebelumnya US$372,45 juta.




