Kamis, Januari 15, 2026

Karena Biaya Operasional dan Utang, Starbucks Hentikan Ekspansi di Afsel

Must Read

Moneter.id – Kedai
kopi asal Amerika Serikat, Starbucks berencana menghentikan membuka cabang atau
ekspansi di Afrika Selatan (Afsel). Sebelumnya Starbucks telah membuka gerai
perdananya di distrik Rosebank, Johannesburg, pada April 2016 lalu.

Di
Afrika Selatan, Starbucks masuk melalui Taste Holdings selaku pemegang lisensi.
Tak kurang dari 12 gerai Starbucks telah buka di sana. Ditargetkan, gerai
Starbucks mencapai 45 toko pada 2020 mendatang dan mencapai 150 gerai di
seluruh negeri. 




Sayangnya, niat Starbucks ekspansi harus disetop karena
tantangan biaya operasional dan utang. Bulan lalu, Taste Holdings mengumumkan
akan menyetop rencana ekspansi.  “Jaringan gerai Starbucks menguntungkan sebelum bunga
utang dan pajak. Namun, itu tidak memberikan pengembalian (return) atas
investasi toko,” tulis Taste dalam laporan dikutip dari CNN, Rabu (26/12). 

Dalam
laporan keuangan terbaru, Taste menyebut biaya operasional divisi makanan naik
7% dalam kurun waktu enam bulan hingga Agustus 2018. “Sebagian besar
akibat biaya operasional Starbucks yang berlipat ganda karena penambahan
delapan toko,” imbuh Taste. 




Sekadar informasi, divisi makanan Taste yang meliputi
Starbucks dan Domino’s Pizza tidak mengantongi laba sejak 2015 lalu. “Model
bisnis Starbucks terlalu mahal untuk dioperasikan di Afrika Selatan.
Diperkirakan manajemen harus merogoh kocek sekitar US$350 ribu – US$500 ribu
untuk membuka setiap gerai toko baru,” kata Michael Trehene, Analis Pasar di
Vestact. 

“Tempat-tempat
seperti Cape Town cukup makmur untuk menopang beberapa toko lain. Tapi, kopi di
sana mahal, membuat tak terjangkau bagi sebagian besar populasi kami,”
jelasnya. 




Sementara, Casparus Treunicht, Analis di Manajer Aset Gryphon
menuturkan tantangan terberat Starbucks di Afrika Selatan adalah mendulang
untung. “Tentu, itu adalah merek besar, tetapi berapa biayanya untuk
memberikan produk itu kepada konsumen Anda? Kamu harus mengimpor semua
bahan-bahanmu,” katanya. 



Kalau pun Starbucks ingin untung, ia menyarankan agar
manajemen menurunkan biaya operasional secara signifikan. Di saat bersamaan,
manajemen diusulkan untuk menjual lebih banyak minuman. 

Namun,
pemangkasan biaya operasional ini, menurut Treunicht, akan sulit dilakukan,
mengingat lokasi toko terletak di wilayah-wilayah utama dan fasilitas wifi
berstandar internasional. 




Selain itu, persaingan pasar minuman kopi di Afrika Selatan
juga sengit. Bean There dan Father Coffee, beberapa merek minuman kopi lainnya
sudah merebut konsumen kelas menengah di kota-kota besar. 



Saat ini, kelas menengah Afrika Selatan diproyeksi dalam
tekanan ekonomi yang tumbuh melambat. Sebanyak 27% dari total populasinya
tercatat menganggur. 

Sementara,
Starbucks hadir hanya di dua negara Afrika, yakni Mesir dan Maroko. Jumlah itu
terpaut jauh dari total gerai yang sudah dioperasikannya, yaitu 22 ribu gerai.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img