Moneter.id – PT Asuransi
Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menargetkan perolehan premi sebesar
Rp5,6 triliun pada 2019. Target ini tumbuh 16,67% dari proyeksi perolehan premi
2018 sebesar Rp4,8 triliun.
Direktur Utama PT Asuransi
Kredit Indonesia (Persero) Andrianto Wahyu Adi mengatakan pertumbuhan premi
bruto sebesar dua digit akan berlanjut pada tahun depan. Hal ini seiring dengan
strategi perseroan memperbesar pasar selain penjaminan KUR, seperti penjaminan letter of credit, bank garansi, dan
penjaminan kredit supply chain. “Tahun
depan target Rp5,6 triliun,” katanya, Minggu (30/12).
Hingga
November 2018, premi bruto perseroan sebesar Rp3,7 triliun atau tumbuh 114%
secara year on year. Pertumbuhan ini banyak ditopang dari
pencapaian imbal jasa penjaminan KUR yang ditarget Rp1,2 triliun, selanjutnya
tercapai Rp1,5 triliun.
Adapun, aset perseroan
hingga November 2018 sebesar Rp13,08 triliun. Perseroan menargetkan premi bruto
hingga akhir 2018 dapat tercapai Rp4,8 triliun atau tumbuh 29,73% secara year on year.
Lebih jauh, kata Andrianto,
pihaknya juga akan meningkatkan belanja modal untuk pengembangan IT hingga 100%
pada tahun depan, kendati tidak disebutkan nilainya.
“Kami akan meningkatkan
IT. Evaluasi juga akan dilakukan setiap hari atau 3 bulanan, sehingga jika
klaim naik akan ketahuan,” paparnya.




