Moneter.id – PT Hero Supermarket Tbk berencana melakukan efisiensi dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) tehadap 532 karyawan.
“Mereka telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” kata Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk di Jakarta, Selasa (15/1).
Tony mengatakan perseroan tengah menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui efisiensi, salah satunya dengan menutup 26 toko.
“Hingga kuartal III/2018, perseroan mengalami penurunan total penjualan sebesar 1% menjadi Rp9,85 miliar dari Rp9,96 miliar pada 2017,” ucapnya.
Menurut Tony, penurunan tersebut karena penjualan bisnis makanan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, bisnis selain makanan tetap menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.
“Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan. Karena itu, kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang,” jelasnya.
PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group) merupakan perusahaan ritel modern Indonesia yang didirikan pada 1971.
Hingga 30 September 2018, perseroan telah mengoperasikan 59 Giant Ekstra, 96 Giant Ekspress, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty dan satu toko Ikea.




