Selasa, Januari 27, 2026

Kemenperin Kembangkan Industri Fesyen Muslim Libatkan 656 IKM dan 60 Desainer.

Must Read

Moneter.id – Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin
Gati Wibawaningsih menuturkan, sepanjang tahun 2018-2019, pihaknya melakukan
berbagai kegiatan pengembangan industri fesyen muslim yang melibatkan sebanyak 656
pelaku IKM fesyen dan 60 desainer.

“Program pembinaan yang kami lakukan ini terintegrasi dari hulu sampai
hilir,” jelasnya
di Pameran Muslim
Fashion Festival (Muffest) 2019
di Jakarta, Rabu (1/5).

Contoh programnya, kata Gati, yakni link and match industri fesyen
muslim dengan industri tekstil, bimbingan teknis dan sertifikasi SKKNI,
pembangunan kapasitas IKM fesyen muslim, serta penumbuhan dan pengembangan wirausaha
baru IKM Busana Muslim.

Selanjutnya, program Moslem Fashion Project (MOFP), berupa kompetisi dan
inkubasi bagi startup fesyen muslim, penyusunan peta jalan Pengembangan
Industri Fesyen Muslim, serta link and match industri fesyen muslim dan desainer.

“Pada 1 Desember 2018 lalu, kami telah melaksanakan launching
International Muslim Fashion Festival di Paris,” imbuh Gati.

Menurutnya, industri fesyen muslim di Indonesia perlu didorong untuk
menerapkan teknologi industri 4.0. Implementasi ini dapat dilakukan pada proses
produksi, seperti menggunakan sistem berbasis digital manufacturing.

“Contohnya, penerapan sistem embos dengan teknologi laser berdasarkan
perintah dari sistem komputer serta penerapan teknologi
artificial intelligence dalam proses pembuatan pola, perencanaan
produksi dan pengendalian material,” ungkapnya.

Selain itu, ada teknologi internet
of things
yang telah dijalankan dalam proses produksi dengan dipasangnya
sensor Radio Frequency Identification (RFID) untuk memonitor semua proses produksi.
Teknologi lain yang canggih, yakni diterapkannya teknologi
augmented reality dan advanced
robotics
untuk aplikasi proses pemotongan bahan secara otomatis.

“Dengan menerapkan industri 4.0, kami yakin dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih
efisien, tetapi tanpa mengurangi jumlah tenaga kerja,”
tegas Gati.

Keunggulan
produk fesyen muslim Tanah Air, selain diakui di Kuwait dan Uni Emirat Arab,
juga diminati pasar Amerika Serikat, Inggris dan Jepang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img