Senin, Juni 15, 2026

Kementerian PU Kebut Preservasi Jalan Juwana-Pati, Progres Pekerjaan Sudah 85%

Must Read

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat kemantapan jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui program preservasi ruas Kudus–Pati–Rembang. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat pada salah satu jalur tersibuk di Indonesia.

Salah satu pekerjaan yang saat ini dipercepat berada di ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati, Jawa Tengah. Penanganan dilakukan pada segmen sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat tingginya volume kendaraan, terutama angkutan barang bertonase besar.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jalur Pantura memiliki peran vital dalam menopang aktivitas ekonomi nasional sehingga kualitas infrastrukturnya harus dijaga secara berkelanjutan.

“Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujar Dody.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, pekerjaan diawali dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, dilanjutkan perbaikan tanah dasar serta pengecoran beton baru guna meningkatkan kekuatan struktur jalan. Selain itu, dilakukan pengaspalan di Jembatan Lama Juwana serta pekerjaan transisi antara beton lama dan beton baru.

Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai 85 persen. Pekerjaan beton rigid telah rampung, sementara pekerjaan yang masih berlangsung berupa pengaspalan di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana lama. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026.

Untuk menjamin kualitas konstruksi, target pengecoran ditetapkan sebesar 200 meter kubik per hari dengan total volume mencapai 2.400 meter kubik. Pengendalian mutu juga dilakukan secara konsisten mengingat ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura dengan tingkat lalu lintas yang tinggi.

Selama proses konstruksi berlangsung, BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta menerapkan rekayasa lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Kendaraan kecil seperti sepeda motor dan minibus masih dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Sementara itu, kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati diatur secara khusus, terutama saat melintasi Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter. Arus kendaraan dari arah sebaliknya tetap difasilitasi sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Penanganan ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus–Pati–Rembang Tahun Anggaran 2025–2027 yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer. Masa pelaksanaan berlangsung selama 540 hari kalender sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027, kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama satu tahun hingga 2 Juni 2028.

Kementerian PU berharap preservasi jalan ini dapat meningkatkan kemantapan ruas Pantura sehingga konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung demi keselamatan bersama.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ancaman Siber Kepung Infrastruktur Kritis, Sektor Energi RI Jadi Target Utama

Ancaman siber terhadap sistem kontrol industri (industrial control systems/ICS) di Indonesia masih menjadi perhatian serius pada awal 2026. Laporan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img