Moneter.id – Aplikasi Online Single Submission (OSS) terbukti
mempermudah investor pariwisata untuk menanamkan modalnya di Indonesia sehingga
mendorong semakin lajunya sektor pariwisata Tanah Air.
“Aplikasi ini menjadi jawaban serta pembuktian kepada
pelaku usaha agar tidak lagi mendapatkan kesulitan dalam mengurus izin
usahanya. Setiap harinya muncul 150 hingga 200 ribu para pelaku usaha. Salah
satunya, Batam yang ditetapkan sebagai pintu gerbang guna meraup 2,5 juta
wisatawan,” kata Asisten Deputi Investasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar)
Hengki Manurung diketerangan resmi yang diterima Moneter.id di Jakarta, Sabtu (4/05).
Hengki berharap pelaku usaha pariwisata bisa melakukan
pengembangan, oleh karenanya kualitas serta kemasan kian meningkat sehingga
daya tarik wisatawan lebih banyak datang untuk memborong produk-produk UKM berkualitas.
Sementara itu Kasubid Pelayanan Operasional Perizinan
Berusaha Direktorat Pelayanan Berusaha BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)
Kukuh Agung Pribadi menambahkan dari data per-Januari 2019 para pelaku usaha
yang membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) sudah terdaftar di data base OSS sebesar
200 ribu, 10 ribu di antaranya adalah pelaku usaha di bidang pariwisata.
“Melalui sistem yang ada di perkotaan dan di daerah, para
pelaku usaha mengurus izin usahanya ke BKPM nantinya surat izin bisa terbit dan
memudahkan pelaku usaha. Selain itu izin operasional komersial juga harus
diurus oleh para pelaku usahanya. Melalui izin ini membawa dampak positif bagi
perekonomian pemerintah setempat,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam mendukung kelancaran para pelaku
usaha pariwisata maka penerbitan izin sepenuhnya dilakukan keseberagaman
sehingga mudah ditelaah. “Sistem pelayanan ini sangat mudah dan cepat,”
tuturnya.
Kemudahan pengurusan izin diharapkan mendukung semakin
kondusifkan iklim usaha pariwisata di Tanah Air mengingat pariwisata telah
ditetapkan sebagai sektor unggulan dalam Pemerintahan Jokowi-JK.
Kepala Seksi Pariwisata Perdagangan dan Telekomunikasi
Direktorat Deregulasi Penanaman Modal BPKM Supriyadi mengatakan pihaknya
semakin yakin bahwa pertumbuhan perekonomian di kalangan masyarakat terlihat
maju pesat, salah satunya berkat pariwisata.
“Ekonomi Indonesia diprediksi masuk 10 besar di dunia
pada 2025 bila dilihat dari peningkatan pariwisata yang terjadi sekarang ini,
terlebih arahan Presiden Jokowi menjadikan pariwisata ‘leading’ sektor perekonomian.
Dengan hadirnya pariwisata, tentu saja Indonesia menjadi tumpuan untuk
memajukan perekonomian,” ucapnya.
Menurut dia, dengan semakin banyaknya jumlah penduduk di
Indonesia maka mau tidak mau harus dipikirkan upaya meningkatkan kesejahteraan.
Hal inilah yang menjadikan pariwisata semakin penting untuk digalakkan.
Ia juga mendorong lebih banyak investor untuk menanamkan
modalnya di Indonesia terutama Kota Batam yang selama ini identik sebagai kota
industri. “Dulu tahun 2005 masih banyak
tanah lapang, namun sekarang banyak berdiri hotel megah, lalu dilihat dari sisi
infrastruktur juga semakin mapan,” katanya.
“Hal itu yang menjadi salah satu indikator semakin berkembangnya
investasi di Kota Batam,” pungkas Supriyadi.




