Moneter.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk
Distribusi Jawa Timur meraih peningkatan penjualan energi listrik sebesar 3,86%
atau senilai Rp16,2 triliun hingga Mei 2019. Penjualan ini setara dengan
15.161.436 MWH.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jatim, Bob
Saril mengatakan, peningkatan penjualan itu tidak lepas dari upaya PLN untuk
memudahkan masyarakat dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja
operasi.
“Pada Mei 2019 realisasi pertumbuhan meningkat
sebesar 564.087 MWH yang menunjukkan kinerja lebih baik dibanding bulan Mei
tahun 2018,” kata Saril di Surabaya, Senin (24/6).
Saril mengatakan, pertumbuhan penjualan terbesar
didukung oleh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Selatan yang
naik sebesar 2,76% dari tahun 2018, atau dengan peningkatan sebesar 46.298 MWH.
“Dominasi tingginya penjualan PLN Jatim masih
mengandalkan konsumsi listrik dari sektor industri dan rumah tangga, meski
nominal jumlah pelanggan industri lebih banyak rumah tangga,” jelasnya.
Saril mengatakan, peningkatan penjualan juga
diyakini adanya serangkaian program PLN Jatim, seperti New Super Power atau kemudahan layanan listrik dan program Sparkling Jawa Timur atau program
angsuran untuk permohonan pasang baru untuk rumah tangga daya 450 sampai 1300
VA.
“Peningkatan penjualan ini, tentunya tidak
terlepas dari peningkatan keandalan pasokan listrik yang selalu diutamakan
serta perbaikan layanan PLN dari waktu ke waktu,” katanya.




