Selasa, Maret 3, 2026

Luncurkan Bus Salat Lima Waktu, ITPC Jeddah Promosi Produk Ekspor Indonesia di Musim Haji 2019

Must Read

Moneter.id – Indonesian
Trade Promotion Center (ITPC) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI)
Jeddah kembali mempromosikan produk ekpor nonmigas Indonesia melalui transportasi
layanan haji 2019
bernama
Bus Salat Lima Waktu (Salawat)
. Promosi
ini dilakukan sejak 13 Juli 2019 hingga 60 hari selama musim haji berlangsung.

Kepala
ITPC Jeddah Gunawan
mengatakan, bus Salawat yang beroperasi selama 24 jam digunakan
sebagai transportasi untuk mengangkut jamaah haji di Makkah menuju Masjidil
Haram dan sebaliknya. Tema promosi yang diangkat yaitu Trade with Remarkable
Indonesia, Wonderful Indonesia, dan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34.

“Penggunaan Bus Salawat pada haji 2019
merupakan salah satu strategi promosi untuk meningkatkan ekspor nonmigas
Indonesia ke Arab Saudi. Selain itu, ITPC dan KJRI Jeddah juga bersinergi
memanfaatkan momen ini untuk mendorong penggunaan produk Indonesia pada
katering, transportasi, dan akomodasi haji,”
kata Gunawan disiaran
rilis yang diterima Moneter.id, Rabu (17/7)
.

Untuk
menjamin kenyamanan dan kelancaran beribadah bagi jamaah haji Indonesia,
Pemerintah Indonesia menyewa bus baru berkapasitas 45 tempat duduk buatan tahun
2019 sebanyak 20 unit. Bus-bus inilah yang digunakan sebagai sarana promosi.
Sebelumnya, ITPC dan KJRI Jeddah pernah melakukan kegiatan serupa di tahun
2017. Namun, saat itu jumlah bus yang digunakan hanya sebanyak 10 unit.

Promosi
dilakukan dengan menempelkan stiker yang berisikan materi 10 produk unggulan
ekspor dan 10 produk potensial Indonesia di badan bus. “Cara promosi ini sangat menarik perhatian jamaah haji dari
seluruh dunia. Terlebih, hanya Indonesia yang memanfaatkan sarana transportasi
haji ini sebagai ajang promosi,” jelas Gunawan.

Adapun
produk yang dipromosikan antara lain minyak atsiri, karet, perhiasan,
perikanan, furnitur, minyak kelapa sawit, makanan olahan, rempah-rempah, dan
kopi unggulan Indonesia.

Selain
itu, ITPC dan KJRI Jeddah juga mempromosikan hasil karya industri strategis
seperti produk kereta api dari PT Industri Kereta Api, produk pesawat dari PT
Dirgantara Indonesia, serta produk vaksin Indonesia dari Bio Farma sebagai
satu-satunya badan usaha milik negara farmasi Indonesia yang memproduksi vaksin
dan telah lulus dari kualifikasi yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara, Konsul Jenderal R.I Jeddah M Hery Saripudin
menambahkan, berdasarkan data statistik Pemerintah Arab Saudi, total jamaah
haji tahun 2019 diperkirakan sejumlah 3 juta. Jumlah tersebut termasuk kuota
jamaah haji Indonesia pada 2019 sebesar 231 ribu atau naik 10 ribu dibandingkan
tahun sebelumnya yang sebesar 221 ribu.

“Kegiatan haji merupakan momen bersejarah yang
hanya terjadi di Arab Saudi. Ajang promosi dalam momen ini membuka peluang agar
Indonesia dan produk-produk unggulannya dapat diketahui dan dikenal masyarakat
dari seluruh dunia,”
pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img