Moneter.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Bambang Brodjonegoro menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran pemindahan
ibu kota sebesar Rp2 triliun dalam RAPBN 2020.
“Sudah ada, totalnya sekitar Rp2 triliun yang
tersebar di beberapa kementerian,” kata Bambang di Jakarta, Senin (23/9).
Bambang mengatakan anggaran pemindahan ibu kota sebesar
Rp2 triliun ini berada di lima atau enam kementerian/lembaga dan tidak terpusat
di satu kementerian tertentu.
Sebelumnya, pemerintah memastikan kebutuhan dana untuk
membangun ibu kota di Kalimantan Timur sebesar Rp466 triliun. Sebanyak Rp89,4
triliun atau 19,2 persen dana tersebut berasal dari APBN.
Sisanya, Rp253,4 triliun atau 54,4 persen dari total
kebutuhan dana dipenuhi melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha dan
Rp123,2 triliun atau 26,4 persen berasal dari swasta.
Salah satu opsi pembiayaan tersebut dapat melalui
pemanfaatan aset di Jakarta senilai Rp1.123 triliun yang sudah tidak terpakai
seperti gedung DPR atau kantor pemerintahan.
Pemanfaatan barang milik negara ini dapat menggunakan
skema sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah atau bangun
serah guna serta kerja sama penyediaan infrastruktur.
Menurut rencana, pengelolaan aset ini akan menunggu
tahapan pemindahan pegawai aparatur sipil negara yang mulai berjalan pada 2024.
(Ant)




