Minggu, Januari 25, 2026

‘Keruk’ USD 45,53 Juta, Laba Golden Energy Mines Turun 52,79 Persen di Kuartal III/2019

Must Read

Moneter.id – PT Golden
Energy Mines Tbk (GEMS) membukukan laba periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 45,53 juta hingga
kuartal III/2019.
 Laba ini turun 52,79%
dibandingkan kuartal III/2018 yakni sebesar US$ 96,45 juta.

“Terkoreksinya
perolehan laba seiring dengan penurunan penjualan neto perseroan di kuartal III/2019
sebesar US$ 752,17 juta, turun 1,94% dari periode sama tahun sebelumnya Rp US$
767,06 juta,” tulis perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (18/11).

Perseroan mengungkapkan,
laba bruto juga turun menjadi US$ 248,14 juta dibanding US$ 289,18 juta pada
periode sama tahun lalu. Sementraa laba usaha perseroan tergerus 43,36% menjadi
US$ 77,31 juta dibandingkan periode sama tahun silam US$ 136,50 juta.

Penurunan
tersebut disebabkan kenaikan beban penjualan dari US$ 101,64 juta menjadi US$
120,85 juta. Laba sebelum pajak penghasilan (PPh) GEMS menyusut 46,72% dari US$
131,74 juta menjadi US$ 70,18 juta.

Secara total
aset, perseroan memperoleh US$ 773,04 juta per 30 September 2019, meningkat
dari periode 31 Desember 2018 yang mencatatkan US$ 701,04 juta.

Sebagai
informasi, tahun ini perseroan menargetkan volume produksi batu bara sebanyak
28 juta ton, dengan proyeksi penjualan 25 juta ton. Alhasil, perusahaan tambang
batu bara ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 33 juta, meningkat
dibandingkan tahun lalu US$ 19,8 juta.

Capex berasal
dari kas internal dan pinjaman bank dengan komposisi berkisar 70-80%. Perseroan
telah menggunakan capex untuk menyelesaikan pembangunan jalan pengangkut batu
bara (hauling) sepanjang 22 km, yang
pada tahun sebelumnya baru terselesaikan sepanjang 2 km.

Selain itu, perseroan akan
meningkatkan kapasitas mesin penghancur (crushing plant) dan conveyor pemuatan
(loading conveyor) di area tambang anak usaha, PT Borneo Indobara (BIB).

Hal ini
dilakukan demi meningkatkan volume produksi dan mendukung keamanan operasional
tambang. Sementara itu, anak usaha lainnya, PT BIB dan PT Barasentosa Lestari
(BSL), mendapatkan pinjaman senilai US$ 32 juta dari PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk (BMRI).

Pinjaman tersebut akan
digunakan untuk membayar utang. Pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga London
Inter-Bank Offered Rate (LIBOR) 3 bulan dan 4,25%.

Untuk jatuh
tempo, pada 9 Agustus 2024 atau bertenor lima tahun. Nantinya, pinjaman ini
akan digunakan untuk pelunasan existing BSL pada ICICI Bank cabang Bahrain.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img