Moneter.id – Emiten perusahaan tambang batu bara PT Alfa
Energi Investama Tbk (FIRE) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$
2 juta untuk mendukung ekspansi bisnis. Dimana sumber belanja modal (capital expenditure/capex) bersumber
dari kas internal.
Direktur
Utama PT Alfa Energi Investama Tbk, Aris Munandar mengatakan, penggunaan capex
tahun ini akan digunakan untuk pengadaan alat berat dan persiapan produksi
batubara di Blok N yang menjadi wilayah tambang PT Alfaria Delta Persada (ADP) yang
merupakan anak usaha FIRE di Kutai Kartanegara, Samarinda.
Selain itu, katanya, FIRE sedang
mempersiapkan anak usaha lainnya yaitu PT Berkat Bara Jaya (BBJ) untuk memulai
proses produksi batubara.
“BBJ sudah memiliki izin usaha pertambangan
operasi produksi (IUP OP). Perusahaan ini berlokasi di Kutai Barat,” jelas Aris
di Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Soal
target produksi dari PT BBJ, lanjut Aris, perseroan tidak mau menyebutkan angka
pasti. Meskipun batubara yang dihasilkan PT BBJ memiliki kalori yang cukup
tinggi yakni sekitar 5.000 kcal/kg-6.000 kcal/kg.
FIRE juga mulai melirik peluang berbisnis di
sektor energi baru dan terbarukan (EBT) berupa panel surya. FIRE memiliki
rencana untuk melakukan bisnis panel surya di area pertambangan sebagai
pengganti genset.
“Rencana pengembangan bisnis EBT tersebut
masih dalam tahap awal. Agenda bisnis tersebut juga belum disertakan dalam capex
perusahaan di tahun ini,” ucap Aris.
Untuk
diketahui, pada 2020 perseroan mempertahankan target volume penjualan batubara
di 2020 di kisaran 1,5 juta ton.
Terkait target pendapatan 2020, kata Aris, hal
tersebut akan sangat bergantung pada kondisi harga batubara dunia. “Jika harga
batubara global masih terus bergerak di area US$ 60 per ton, besar kemungkinan
pendapatan FIRE tetap berada di level Rp 1 triliun di tahun ini,” tungkasnya.




