Moneter.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN
menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (Capex)
sebesar US$ 500 juta hingga US$ 700 juta sepanjang 2020. Jumlah ini naik signifikan
dibandingkan capex tahun 2019 yang hanya sekitar US$ 225 juta.
“Dana capex akan
difokuskan untuk pengembangan organik perusahaan. Seperti, pengembangan
beberapa lapangan dari Pangkah seperti Sedayu dan West Pangkah, Tambakboyo, dan
sebagainya,” kata Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso Soewarto di Jakarta, Selasa
(21/1/2020).
Kata Gigih, sumber pendanaan capex belum
bisa dipastikan. Sebab, PGAS masih menimbang alternatif pendanaan yang dirasa
paling menguntungkan.
“Ketiga lapangan eksplorasi
tersebut saat ini menjadi fokus pengembangan Saka Energi. Sehingga, investasi
pun bakal difokuskan ke sana,” ucap Gigih.
Baca juga: PGN Beri Pinjaman Kepada Saka Energi Indonesia USD1,4 Miliar
Selain itu, Gigih pun tidak
menutup kemungkinan bagi PGAS untuk melakukan pertumbuhan anorganik salah
satunya dengan melakukan akuisisi aset.
“Kami melihat peluang untuk
melakukan pertumbuhan anorganik seperti dengan akuisisi apabila memang aset
tersebut cocok untuk bisa dikembangkan oleh Saka Energi dalam rangka
memperbaiki portofolio,” katanya.
Sebab, katanya, beberapa aset
milik Saka Energi sudah tidak produktif dan dapat mempengaruhi kinerja dari
Saka Energi.
Seperti diketahui, pada 2 Januari
2020 Saka Energi memberikan pinjaman kepada anak usahanya, yakni AP Group
Pangkah dengan total pinjaman US$ 599,92 juta. Pinjaman ini dimaksudkan sebagai
pendanaan pengelolaan aset.




