Selasa, Maret 3, 2026

BEI: Buyback Saham Tanpa RUPS Capai Rp1,57 Triliun

Must Read

Moneter.id

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan realisasi pembelian kembali atau buyback saham tanpa melalui mekanisme RUPS
mencapai Rp1,57 triliun per 27 Mei 2020 lalu atau 8,1% dari rencana total nilai
buyback saham Rp19,45 triliun.

“Sudah meningkat jumlah yang akan melakukan buyback baik perusahaan maupun
nilainya,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di
Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Total nilai buyback
yang telah dilakukan oleh perusahaan BUMN adalah sebesar Rp326 miliar atau 3,2%
dari total rencana buyback seluruh perusahaan BUMN.

Sedangkan perusahaan non BUMN adalah sebesar Rp1,24
triliun atau 13,4% dari total rencana buyback
seluruh perusahaan non BUMN.

Total perusahaan tercatat yang berencana melakukan buyback saham sendiri sebesar 68
perusahaan tercatat yang terdiri dari 12 perusahaan BUMN dan 56 perusahaan non
BUMN.

Perusahaan BUMN direncanakan akan melakukan buyback senilai Rp10,15 triliun,
sedangkan perusahaan non BUMN akan melakukan buyback saham senilai Rp9,3 triliun.

Adapun jumlah perusahaan yang sudah melakukan buyback saham sebanyak 47 perusahaan,
terdiri dari tujuh perusahaan BUMN dan 40 perusahaan non BUMN.

Sementara itu, yang belum melaksanakan buyback saham sebanyak 21 perusahaan,
terdiri dari lima perusahaan BUMN dan 16 perusahaan non BUMN.

Pada 9 Maret 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan buyback saham tanpa persetujuan RUPS sebagai upaya memberikan
stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara
signifikan.

Kebijakan tersebut diambil saat itu karena OJK
mencermati kondisi perdagangan saham di bursa yang sejak awal 2020 sampai awal
Maret terus mengalami tekanan signifikan yang diindikasikan dari penurunan IHSG
sebesar 18,46 buyback.

Anjloknya IHSG saat itu terjadi seiring dengan
pelambatan dan tekanan perekonomian baik global, regional, maupun nasional,
sebagai akibat dari wabah Virus Corona baru atau COVID-19 dan melemahnya harga
minyak dunia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img