Moneter.id
–
Bank Syariah Indonesia (BSI) berencana melakukan penambahan modal dengan
memesan hak terlebih dahulu (right issue)
senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.
“Rights
issue ini sebagai upaya meningkatkan jumlah saham beredar dan menemukan
mitra strategis perusahaan,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo
di Jakarta, Rabu (10/3).
BSI akan melakukan right
issue secara bertahap hingga tahun 2023. Kebijakan right issue ini untuk memenuhi ketentuan jumlah saham beredar
perusahaan yang belum mencapai 7,5 persen.
Pemerintah menargetkan kerja sama mitra strategis akan
menggunakan jalur Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment
Authority (INA).
“Match of
interest kami akan sangat terbuka untuk bekerjasama dengan investor yang
ingin mengambil block seed di Bank Syariah Indonesia,” kata Kartika.
Diketahui, BSI menargetkan dapat naik kelas dari BUKU
III menjadi BUKU IV, serta bisa masuk ke dalam 10 bank syariah terbesar di
dunia sejajar dengan Bank Al-Rajhi dan Bank Albilad yang berpusat di Arab
Saudi.




