Moneter.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Teten Masduki menyatakan pemerintah akan menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat
(KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp20 miliar yang saat ini rencananya dalam tahap
pembahasan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Plafon KUR dari sebelumnya maksimum hanya Rp500 juta
sekarang naik sampai Rp20 miliar. Ini nanti akan diatur dalam KUR khusus yang
implementasinya masih kita bahas di Kemenko Perekonomian,” katanya dalam acara
Infobank UMKM Milenial Summit 2021 daring di Jakarta, Kamis.
Teten mengatakan rencana ini sejalan dengan arahan
Presiden Joko Widodo yang mengamanatkan bahwa pemerintah harus meningkatkan
rasio kredit perbankan untuk UMKM menjadi lebih dari 30 persen pada 2024.
“Saya kira kami optimis kami dengan Menko Ekonomi
sudah mempelajarinya. Insya Allah dengan terus menambah porsi KUR ini angka 30
persen akan dilampaui pada 2024,” ujarnya.
Ia menuturkan porsi kredit bagi UMKM perlu ditingkatkan
karena Indonesia masuk level paling rendah dibandingkan dengan negara tetangga
seperti Singapura 34 persen porsi kreditnya untuk UMKM, Malaysia 50 persen,
Thailand di atas 50 persen, dan Korea Selatan 81 persen.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat akses
pembiayaan supaya UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas
bisnisnya dan memperkuat daya saing produksinya sehingga mereka bisa naik
kelas.
“Kebijakan afirmasi ini saya kira menandai kita untuk
segera melahirkan UMKM unggul dan menguasai market dalam negeri,” tegasnya.
Oleh sebab itu, ia menjelaskan dengan plafon KUR
dinaikkan menjadi Rp20 miliar akan cukup untuk UMKM dalam mengembangkan
usahanya karena kalau Rp500 juta hanya cukup untuk modal kerja dan tidak bisa
memperluas usahanya.
Tak hanya itu, Teten menuturkan pemerintah juga sedang
menyiapkan Peraturan Presiden mengenai kewirausahaan dalam rangka membuat
ekosistem kewirausahaan Indonesia menjadi lebih baik karena saat ini
persentasenya masih di level 3,47 persen.
Ia mengatakan dari 64 juta pelaku UMKM hanya 3,47
persen yang masuk dalam kategori kewirausahaan sehingga menandakan struktur
ekonomi Indonesia didominasi oleh sektor kurang produktif.
“Padahal saya kira di negara maju porsinya sudah sudah
14 persen jadi kita perlu mengejar jumlah wirausahawan baru,” katanya.
Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Supari menambahkan, KUR telah mampu menjadi penyokong utama pertumbuhan kredit
pada tahun lalu.
“Di 2020 sekali pun industri minus 2,4 persen
tapi KUR tumbuh 82,83 persen. Ini penting untuk kita membangun sebuah program
khususnya pemerintah ke depannya,” jelasnya.




