Moneter.id – Perusahaan teknologi kesehatan, Prixa
mendapatkan pendanaan tambahan sebesar 3 juta USD, dipimpin oleh MDI dan TPTF
dengan partisipasi dari investor yang telah ada termasuk Siloam Hospitals
Group.
“Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas jangkauan platform
dan basis pengguna Prixa, mendukung basis pelanggan B2B Prixa, serta meningkatkan
aksesibilitas ke perawatan kesehatan dan transformasi digital layanan kesehatan
Indonesia,” tulis Prixa diketerangan resminya, Kamis (3/6/21).
Managing Director Trans-Pacific Technology Fund, Barry Lee
mengatakan, sebagai dana ventura internasional, kami melihat peluang yang
signifikan untuk mendukung industri perawatan kesehatan di Indonesia melalui
teknologi mutakhir.
“Kami berharap dapat memberikan kontribusi pengalaman global di sektor ini
yang kami peroleh dari portofolio perusahaan teknologi kesehatan kami yang lain
untuk mendukung pertumbuhan Prixa,” kata Barry.
Prixa berfokus pada pelayanan pembayar perawatan kesehatan, yang mencakup
perusahaan asuransi, korporasi, dan entitas pemerintah; saat ini melayani
sekitar 10 juta pengguna.
Dengan tujuan mengurangi biaya klaim dan biaya perawatan kesehatan, Prixa
berusaha untuk memberikan perawatan kesehatan secara paradigmatis melalui
pendekatan perawatan terkelola (managed care).
Model bisnis ini juga selaras dengan dukungan Prixa terhadap program
pemerintah untuk transformasi digital di sektor perawatan kesehatan dan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat.
Sementara, Aditia Henri Narendra, GM Legal and Corporate
Communication MDI Ventures menjelaskan, MDI co-led pada
pendanaan di Prixa karena telah menunjukkan kemampuannya untuk mendukung
perusahaan asuransi dan rumah sakit dalam membuat layanan dokter lebih mudah
diakses dan terjangkau melalui platform telemedisnya yang ditenagai oleh
AI.
“Prixa memiliki rekam jejak yang terbukti dalam meningkatkan kepuasan
pasien dengan memberikan layanan telemedis yang cepat dan mudah digunakan,
biaya klaim asuransi dapat lebih efisien dengan penggunaan telemedis yang
efektif pada perawatan primer, dan memungkinkan rumah sakit untuk terus
meningkatkan kualitas pelayananan pasien secara digital selama pandemi,”
ucapnya.
“Kami sangat senang Prixa dapat secara aktif mendukung ekosistem kesehatan
digital di BUMN,” ujar Aditia.
“Kami berterima kasih kepada investor strategis yang mendukung kami untuk
bisa memberikan dampak positif kepada perawatan kesehatan melalui perawatan
primer via digital. Melalui awal yang baik ini pula, kami berkontribusi untuk
industri perawatan kesehatan yang sepenuhnya inovatif untuk Indonesia,” kata CEO
dan Co-founder Prixa, James Roring, MD.
Diketahui, Prixa didirikan pada tahun 2019 dan dipimpin oleh James Roring,
MD. Perusahaan ini pertama kali diluncurkan dengan platform
manajemen kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang
memberikan layanan telemedis dan layanan perawatan primer dasar lainnya untuk
pembayar perawatan kesehatan dengan misi memanusiakan perawatan kesehatan
dengan memanfaatkan data dan teknologi.
Dalam kondisi pandemi di Indonesia, Prixa mengalami pertumbuhan
eksponensial untuk layanannya, termasuk konsultasi medis secara online
atau telemedis. Platform Prixa memungkinkan pengguna untuk terhubung
langsung dengan layanan perawatan primer, yang mencakup konsultasi telemedis,
pengiriman obat, dan tes laboratorium on-demand.




