Senin, Maret 2, 2026

Rencana 2022, Kemenparekraf-Grab Indonesia Jajaki Potensi Kolaborasi untuk Perluas Lapangan Kerja

Must Read

Moneter – Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf/Baparekraf) bersama dengan Grab Indonesia berencana menjajaki
kerja sama terkait potensi kolaborasi yang akan dilakukan pada tahun 2022 untuk
tujuan perluasan lapangan kerja.  

Untuk tahun 2022, ada beberapa prospek kerja sama yang
telah dibahas oleh kedua pihak. Diantaranya melanjutkan kerja sama data (insight), agar kebijakan yang akan
diambil dapat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa data
akan mempermudah dalam mengambil suatu kebijakan yang very practical.

“Misalnya ada satu daerah yang ternyata menjadi salah
satu destinasi unggulan tapi kekurangan restoran Padang. Karena kita memiliki
data sehingga memberikan kemudahan untuk menghadirkan kebijakan yang memang
dibutuhkan di lapangan,” ujarnya disiaran pers yang diterima Moneter, Rabu (15/12).

Sama seperti destinasi wisata di Danau Toba, Sumatera
Utara. Ternyata dari data yang diperoleh, wisatawan nusantara yang berkunjung
membutuhkan kuliner yang biasa mereka konsumsi seperti ayam geprek, bakso, kopi
kekinian, hingga minuman boba. Karena wisatawan paling tidak, ada waktu dua di
hari pertama kunjungan mereka untuk mencari makanan lokal.

Selanjutnya, potensi kolaborasi yang dilakukan adalah upskilling kapasitas SDM. Grab sendiri
memiliki program  travel ambassador,
dimana para pelaku parekraf nantinya akan menjadi duta pariwisata di kota
masing-masing. Program ini sejalan dengan Kemenparekraf/Baparekraf untuk
memperkuat narasi mengenai suatu destinasi atau produk ekonomi kreatif.

“Lalu, program stimulus Bangga Buatan Indonesia,
seperti yang kita lakukan kemarin, yaitu Beli Kreatif Lokal. Untuk tahun 2022
Kemenparekraf sendiri mendapat tugas pada bulan November,” ujarnya.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah
dengan dunia usaha agar sektor pariwisata dan ekonomi segera pulih dan lapangan
kerja dapat terbuka.

Sementara, President Grab Indonesia, Ridzki
Kramadibrat, mengatakan banyak perubahan yang terjadi selama masa pandemi pada
perilaku wisatawan. Misalnya, bagi generasi milenial lebih mencari destinasi
atau sentra ekonomi kreatif yang lebih spesifik. Tapi secara umum di masa
pandemi wisatawan lebih banyak mencari wisata yang open space.

“Tentunya saya terbuka untuk membuat satu atau dua
sampel agar memudahkan Pak Sandi dan jajaran untuk memiliki data base, sehingga tindakan yang
diambil dapat optimal,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Awal Maret 2026: HPE Konsentrat Tembaga Terkoreksi, HPE dan HR Emas Menguat

Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) untuk periode pertama Maret 2026 sebesar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img