Moneter
– Kementerian Perdagangan
melalui Direktorat
Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) akan meluncurkan aplikasi
Inaexport untuk mengembangkan potensi sektor usaha ekspor di Indonesia.
Aplikasi Inaexport merupakan platform bisnis ke bisnis (Business to Business/B2B) resmi dari Pemerintah Indonesia.
“Melalui pemanfaatan aplikasi Inaexport ini,
diharapkan akan mampu mendorong peningkatan ekspor nasional, khususnya dari sektor nonmigas.
Dengan semakin bertambahnya usaha kecil dan menengah (UKM) diharapkan juga
akan bisa memperluas pasar hingga ke luar negeri,” ujar Direktur Jenderal PEN
Didi Sumedi diketerangan resminya, Jumat (8/4/2022).
Didi menjelaskan, Inaexport merupakan hasil
pengembangan dari layanan keanggotaan (membership)
Ditjen PEN yang awalnya dibangun dengan tujuan menjadi sebuah platform layanan dalam jaringan
terintegrasi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan informasi peluang ekspor.
Saat ini, katanya, telah terdaftar sebanyak 1.441
pelaku ekspor yang terverifikasi dengan jumlah produk mencapai 5.609 produk.
Pada aplikasi tersebut juga tersedia 521 informasi pasar dan 30 acara promosi
dagang maupun pelatihan. Inaexport juga sudah mendapatkan dukungan dari 48 perwakilan perdagangan Indonesia di luar
negeri.
“Salah satu keunikan dari platform Inaexport ini adalah pengguna dapat memilih jenis
keanggotaan yang dihendaki sesuai kebutuhan, bisa sebagai eksportir maupun
sebagai buyer. Sebagai eksportir, selain mendapatkan berbagai macam informasi
peluang ekspor secara umum, dapat pula terhubung secara daring dengan berbagai calon pembeli dari mancanegara. Para
eksportir juga dapat memperoleh informasi terkait pelatihan ekspor maupun
informasi pameran,” tutur Didi.
Sementara itu sebagai buyer, lanjut Didi,
manfaat yang dapat diperoleh yaitu tersedianya informasi profil eksportir dan
produknya, buyer juga dapat menyampaikan permintaan (inquiry) kepada
eksportir yang dikehendaki.
“Selanjutnya mereka juga dapat melakukan kontak dagang
secara langsung melalui fitur
obrolan daring (chat)
yang tersedia. Dengan terverifikasinya data dan informasi yang tersedia dalam
Inaexport, tentunya juga akan memberikan kepastian bagi eksportir dan buyer guna
meningkatkan kontak dagang menjadi sebuah kontrak dagang,” imbuh Didi.
Sementara, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi
Marolop Nainggolan menambahkan, Inaexport memiliki keunggulan lainnya.
Misalnya, fitur-fitur di Inaexport dirancang untuk memberikan kemudahan bagi
para pengguna dalam mengoperasikan Inaexport.
“Inaexport
juga rencananya akan meningkatkan
fungsinya melalui penambahan sejumlah fitur.
Contohnya, konsultasi bisnis, kalatog elektronik, pameran virtual, aplikasi
mobile, hingga
penambahan beberapa fitur bahasa asing untuk mengakomodasi buyer dari berbagai
belahan dunia,” ungkap Marolop.
Kementerian Perdagangan berencana akan mengadakan
acara peluncuran awal
(soft
launching)
platform Inaexport secara hibrida pada Senin (11/4) mendatang. Acara
ini akan dihadiri oleh jajaran Kementerian Perdagangan, para perwakilan
perdagangan, perwakilan dinas yang membidangi perdagangan di daerah, serta
asosiasi pelaku usaha.
Acara tersebut dapat diakses melalui aplikasi zoom
meeting: bit.ly/inaexportid dan YouTube Kemendag:
www.youtube.com/kementerianperdaganganRI.




