Selasa, Januari 27, 2026

BI Sebut Utang Luar Negeri Indonesia USD406,3 Miliar pada Mei 2022

Must Read

MONETER – Bank
Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar 406,3
miliar dolar AS pada Mei 2022. Catatan ini mengalami penurunan dibandingkan
posisi bulan sebelumnya sebesar 410,1 miliar dolar AS.

 

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan
posisi utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun
sektor swasta. Secara tahunan, utang luar negeri Mei 2022 terkontraksi 2,6
persen (yoy), lebih dalam
dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 2,0 persen (yoy),” kata Kepala Departemen
Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (15/7/2022).

 

Kata Erwin, utang luar negeri pemerintah pada Mei 2022
sebesar 188,2 miliar dolar AS menurun dibandingkan posisi bulan sebelumnya
sebesar 190,5 miliar dolar AS.

 

Secara tahunan, utang luar negeri pemerintah mengalami
kontraksi sebesar 7,5 persen (yoy),
lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 7,3
persen (yoy).

 

“Tren penurunan utang terjadi seiring beberapa
seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo di bulan Mei 2022 dan
pengaruh sentimen global yang memicu pergeseran investasi portofolio di pasar
SBN domestik oleh investor nonresiden,” katanya.

 

Sementara itu, pinjaman luar negeri mengalami sedikit
kenaikan dari bulan sebelumnya, terutama pinjaman bilateral dari beberapa
lembaga partner yang ditujukan untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan
proyek prioritas.

 

Penarikan utang luar negeri dalam periode Mei 2022
masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan terus
mendorong akselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 

Dukungan utang luar negeri Pemerintah ini untuk
memenuhi kebutuhan belanja prioritas hingga bulan Mei 2022 antara lain mencakup
sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang mencakup 24,5 persen dari total
dan sektor jasa pendidikan 16,5 persen.

 

Selain itu, utang untuk prioritas sektor administrasi
pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 15,1 persen, sektor
konstruksi 14,3 persen serta sektor jasa keuangan dan asuransi 11,8 persen.

 

Posisi utang luar negeri Pemerintah relatif aman dan
terkendali jika dilihat dari sisi refinancing risk jangka pendek, mengingat
hampir seluruhnya merupakan utang dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai
99,8 persen dari total.

 

“Utang luar negeri swasta pada Mei 2022 yang tercatat
209,4 miliar dolar AS, mengalami penurunan dari posisi April 2022 sebesar 210,9
miliar dolar AS,” jelas Erwin lagi.

 

Secara tahunan, menurut dia, utang luar negeri swasta
terkontraksi 0,7 persen (yoy),
setelah tumbuh sebesar 0,3 persen (yoy)
pada bulan sebelumnya.

 

Penurunan tersebut dikontribusikan oleh utang
perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial
corporations
) yang mengalami kontraksi sebesar 0,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya
tumbuh 0,8 persen (yoy).

 

“Perkembangan ini terutama berasal dari pembayaran
pinjaman dan surat utang yang jatuh tempo,” kata Erwin.

 

Di sisi lain, utang luar negeri lembaga keuangan (financial corporations) tumbuh sebesar
0,3 persen (yoy), setelah pada bulan
sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 1,9 persen (yoy).

 

Berdasarkan sektor, utang luar negeri swasta terbesar
bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor pengadaan listrik,
gas, uap/air panas, dan udara dingin; sektor pertambangan dan penggalian; serta
sektor industri pengolahan, dengan pangsa mencapai 77,3 persen dari total.

 

“Utang luar negeri tersebut tetap didominasi oleh
utang luar negeri jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,4 persen terhadap
total utang luar negeri swasta,” kata Erwin.

 

Secara keseluruhan, struktur utang luar negeri
Indonesia tetap sehat dan terkendali dengan rasio mencapai 32,3 persen terhadap
PDB atau menurun dibandingkan posisi April 2022 sebesar 32,6 persen.

 

Untuk menjaga agar struktur utang luar negeri tetap
sehat, BI dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan
perkembangan utang luar negeri, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian
dalam pengelolaan. (Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img