MONETER –
Aplikasi investasi reksa dana dan Surat
Berharga Negara (SBN) untuk pemula, Bibit.id
menggandeng Kementerian Keuangan Republik Indonesia
dan Universitas Udayana menggelar acara bertajuk
“Edukasi dan Media Gathering Peluncuran SBN Syariah Seri SR017 di Bibit” di Kota Denpasar, Bali, Kamis (1/9/2022).
Hadir pada acara tersebut, Raymond Iriantho selaku
Financial Mentor mewakili
Bibit, Agus Prasetya Laksono selaku Kasubduit Pengelolaan Proyek dan Aset Surat
Berharga Syariah Negara, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, dan Dr Luh Gede
Sri Artini, S.E., M.Si. selaku dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Udayana.
“SBN Syariah ritel seri SR017 ini ditawarkan
kepada investor dengan imbal hasil atau kupon tetap sebesar 5,90% per tahun,
tenor tiga tahun, dan dapat diperjualkan di pasar sekunder,” kata Agus Prasetya Laksono, Kamis (1/9/2022).
Agus mengatakan, masyarakat Indonesia
yang berasal dari berbagai latar belakang keuangan dapat berinvestasi di SR017
karena pembelian/pemesanan minimal untuk SR017 adalah Rp1 juta dan kelipatan
Rp1 juta dengan maksimum Rp5 miliar.
Sebelumnya,
pemerintah telah merilis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel
seri SR017 dengan masa penawaran mulai tanggal 19 Agustus sampai 14 September
2022.
“Sebagai mitra distribusi penjualan
Surat Berharga Negara yang secara resmi ditunjuk oleh Kemenkeu RI, Bibit siap
membantu masyarakat Indonesia dalam pembelian/pemesanan SR017,” ujar Raymond
Iriantho dalam sesi talkshow.
Sementara itu, Dr Luh menyampaikan,
dengan berinvestasi di SR017, masyarakat, khususnya mahasiswa/i, telah ikut
berkontribusi dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
serta proyek infrastruktur di Indonesia. Selain itu, para investor yang
memiliki keinginan untuk berinvestasi menggunakan prinsip-prinsip Syariah juga
dapat menjadikan SR017 sebagai instrumen investasi yang pas.
“Selain risikonya yang hampir tidak ada,
investasi di SR017 adalah pilihan yang bijaksana dengan mempertimbangkan
kondisi market saat ini,” jelas Dr Luh.
Ditempat yang sama, Ken
Kirana, Product Marketing Lead Bibit,
mengatakan bahwa SR017 bisa menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat
di tengah kondisi ekonomi yang dibayangi inflasi yang tinggi serta ancaman
resesi karena imbal hasilnya yang stabil (fixed rate).
“Masyarakat yang ingin mencari
alternatif passive income yang 100%
dijamin oleh negara bisa melirik SR017. Imbal hasilnya tetap, lebih besar dari
rata-rata bunga deposito bank BUMN, dan pajak yang dikenakan juga hanya 10%,
berbeda dengan deposito yang terkena pajak 20%,” jelas Ken.
Informasi saja, untuk
dapat membeli sukuk ritel
SR017 di aplikasi bibit.id atau website
Bibit, para pengguna cukup mengklik icon
atau banner “Surat Berharga Negara
(SBN)” di homepage aplikasi maupun website Bibit. Dalam hal ini, Bibit
bermitra dengan Stockbit Sekuritas untuk mengelola pencatatan dan penyimpanan
Rekening Dana Investor SBN milik investor.
Nantinya, setelah
investor melakukan pembayaran, investor akan menerima bukti transaksi berupa
Bukti Penerimaan Negara (BPN). Di dalam BPN, terdapat Nomor Tanda Penerimaan
Negara (NTPN) yang diterbitkan langsung oleh negara serta menjadi bukti
kepemilikan SBN yang dibeli.




