Selasa, April 28, 2026

Produk Dekorasi Rumah dan Interior Indonesia Raup Potensi Transaksi USD 2,33 Juta di Pameran Tokyo International Gift Show

Must Read

MONETER

Produk dekorasi rumah dan interior Indonesia berhasil meraup potensi transaksi
sebesar USD 2,33 juta atau sekitar Rp36 miliar di pameran The 95th Tokyo
International Gift Show (TIGS) yang berlangsung pada 15-17 Februari 2023 di
Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang.


TIGS 2023 merupakan pameran tahunan internasional
yang khusus menampilkan produk suvenir (gift) dan perlengkapan rumah tangga,
seperti pakaian, aksesori, perabot rumah tangga, furnitur, dan kerajinan
tradisional.


Adapun 15 negara yang turut berpartisipasi pada TIGS
2023 diantaranya Indonesia, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Vietnam, Italia,
Inggris, Jerman, Peru, Amerika Serikat, dan Hongkong.


Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini terlaksana
atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo dan Indonesia Trade
Promotion Center (ITPC) Osaka serta didukung Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)
Provinsi Jawa Barat, dan ASEAN Japan Center (AJC).


“Pameran ini diharapkan dapat mendorong kontak
dagang dengan mitra bisnis di Jepang. Selain itu, diharapkan terciptanya
potensi transaksi dari dua arah, baik antara ekshibitor dan pengunjung maupun
antar-sesama ekshibitor,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional
Didi Sumedi disiaran pers yang diterima, Senin (6/3/2023).


Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa
Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi menyampaikan,
keikutsertaan Indonesia pada TIGS 2023 sebagai ajang untuk menunjukkan
keunggulan ragam kerajinan khas Indonesia yang berpotensi mengisi pasar yang
ditujukan untuk produk hadiah, suvenir, dan barang keperluan rumah tangga di
Jepang yang terus berkembang.


“Dengan desain yang indah dan kaya akan nilai seni,
saya yakin produk Indonesia dapat bersaing di pasar Jepang,” ujarnya.


Menurut Dubes Heri, Indonesia juga harus
mengoptimalkan perjanjian dagang untuk mengakselerasi ekspor Indonesia ke
Jepang. “Upaya-upaya promosi seperti ini diharapkan agar terus diintensifkan
menjelang peringatan 65 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Jepang di tahun
2023 ini,” jelas Dubes Heri.


Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang
sudah diolah Kemendag, total ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tahun 2022
sebesar USD 23,19 miliar. Nilai ini naik 37% dibanding tahun 2021.


Sementara itu, berdasarkan data dari ITC Trademap
yang sudah diolah ITPC Osaka, periode Januari–November 2022, nilai ekspor
kerajinan dan furnitur kayu Indonesia ke Jepang sebesar USD 130,59 juta.


Nilai ini sangat berpotensi meningkat dengan tetap
menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang baik. Sehingga pangsa pasar (
market share) produk kerajinan dan
furnitur kayu dapat terus memberikan kontribusi nilai yang positif terhadap
ekspor nonmigas Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

JTPE Siapkan Buyback Rp200 Miliar, Sinyal Optimisme dan Penguatan Nilai Pemegang Saham

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mengambil langkah strategis dengan mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp200 miliar. Aksi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img