Kamis, Januari 15, 2026

Pertamina Raup Laba Bersih Rp56,6 Triliun pada Tahun 2022

Must Read

MONETER – PT
Pertamina (Persero) mencatat laba bersih senilai 3,8 miliar dolar AS atau
Rp56,6 triliun pada 2022. Laba ini tumbuh 86 persen dari laba perusahaan pada
2021.

 

“Kinerja positif ini juga
tentu tidak terlepas dari dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan,
Kementerian BUMN, dan Kementerian ESDM. Tentunya juga berkat kerja bersama
seluruh perwira Pertamina,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di
Jakarta, Selasa (18/4/2023).

 

Pertamina Group telah
berkontribusi terhadap penerimaan negara mencapai Rp307,2 triliun yang terdiri
atas pajak, dividen, PNBP, minyak mentah dan/atau kondensat bagian negara, dan
signature bonus selama 2022. Jumlah setoran ke negara itu meningkat 83% dibandingkan
pada 2021.

 

Khusus setoran pajak, Pertamina
pada 2022 telah membayarkan pajak sebesar Rp219,06 triliun, meningkat 88%
dibandingkan pada 2021.

 

Pertamina juga mengklaim berhasil
meningkatkan kinerja operasional pada 2022 di semua subholding. Produksi minyak
dan gas mencapai 967 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau naik 8%
dari pencapaian 2021, produksi kilang mencapai 313,9 juta BBL atau tumbuh 6%.

 

Kemudian, realisasi penjualan
produk BBM dan non-BBM mencapai 97,86 juta KL atau tumbuh 5%, efektivitas
pengangkutan muatan kapal Pertamina mencapai 89% atau tumbuh 3%, produksi
listrik dari geothermal dan new renewable
energy
lainnya mencapai 4.659 GWh, pemasangan jaringan gas rumah tangga
mencapai 254.063 sambungan rumah tangga atau tumbuh 4,76%.

 

Atas pencapaian selama 2022,
Pertamina mengapresiasi dukungan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang telah
melakukan perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 159/2022 tentang
tata cara penyediaan, pencairan, dan pertanggungjawaban dana kompensasi.

 

Dengan perubahan PMK tersebut,
pemerintah melakukan percepatan pembayaran dana kompensasi BBM sebesar Rp319,81
triliun (termasuk pajak) yang terdiri atas piutang 2019-2021 sebesar Rp83,41
triliun (termasuk pajak) dan periode sampai dengan triwulan III-2022 sebesar
Rp236,40 triliun (termasuk pajak).

 

Pertamina menyatakan dengan
pembayaran dana kompensasi tersebut berdampak kepada perbaikan arus kas operasi
sehingga rasio-rasio keuangan dapat terjaga dengan baik pada kinerja pada 2022.

 

Selain itu, selama 2022,
Pertamina juga berhasil mengendalikan penyaluran jenis BBM tertentu (JBT) Solar
dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite sehingga realisasi penyaluran
berada di bawah kuota yang ditetapkan pemerintah. Realisasi penyaluran JBT
Solar adalah 17,5 juta KL vs kuota 17,6 juta KL dan realisasi penyaluran JBKP
Pertalite adalah 29,5 juta KL vs kuota 29,9 juta KL.

 

Pertamina juga terus berupaya
agar BBM bersubsidi dikonsumsi oleh yang berhak melalui berbagai program antara
lain digitalisasi SPBU, penggunaan dashboard
berbasis teknologi informasi untuk mengendalikan distribusi BBM Bersubsidi di
SPBU secara real time.

 

Selanjutnya, mendorong masyarakat
mendaftar program subsidi tepat melalui website, dan kerja sama dengan aparat
penegak hukum (APH) untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan kegiatan
penyalahgunaan BBM bersubsidi.

 

Dalam hal efisiensi, Pertamina
telah melaksanakan program efisiensi di seluruh Pertamina Group yang
berkontribusi pada penghematan sebesar 838,4 juta dolar AS.

 

“Oleh karena itu, Pertamina
tetap akan menjaga dan meningkatkan kinerja serta memohon dukungan dari seluruh
pemangku kepentingan. Pertamina akan terus berkomitmen memenuhi kebutuhan
energi serta menjaga ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi
nasional,” kata Nicke.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img