Moneter.id – Jawa Tengah – Ketua
Dewan Audit sekaligus anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena menyatakan
OJK terus berkomitmen menindaklanjuti laporan jika ada indikasi kecurangan yang
terjadi secara internal.
“Ini merupakan salah
satu roadshow kami dalam rangka mengedepankan penegakan
integritas, salah satunya mitigasi risiko dan melakukan whistleblowing system (WBS),” kata Sophia Wattimena di Jawa
Tengah, Kamis (8/6/2023).
Kata Sophia Wattimena, bahwa
selama ini cukup banyak laporan yang masuk dan langsung ditindaklanjuti oleh
OJK. “Dalam hal ini, kami juga mendorong semua pihak menggunakan media WBS
jika ada indikasi kecurangan atau pencederaan insan OJK,” ucapnya.
Menurut Sophia, pihaknya
juga akan menerapkan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) secara mandatory atau
wajib kepada industri jasa keuangan (IJK). “Pelaksanaannya
bertahap. Saat ini kami mengapresiasi IJK yang sudah menerapkan SMAP secara
sukarela,” katanya.
Ke depan, pihaknya juga akan
terus berkoordinasi dengan perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), maupun
pasar modal dengan harapan penerapan SMAP lebih intensif.
Ia menyebutkan tiga faktor utama
terjadinya fraud, yakni dari lingkungan, adanya peluang, dan adanya
rasionalisasi.
Untuk memitigasi hal tersebut,
dia memandang perlu peningkatan tata kelola. Bahkan, pihaknya melakukan rotasi
pegawai secara berkala agar tidak ada peluang melakukan fraud. “Kami
sudah lakukan untuk meningkatkan integritas,” katanya.




