Jumat, April 17, 2026

Hana Bank Economic Outlook 2024, Kondisi Politik dan Ekonomi Indonesia di Tahun Pemilu 2024

Must Read

Moneter.id
Jakarta – PT Bank KEB Hana
Indonesia (Hana Bank), salah satu  perbankan terbesar di Korea Selatan, kembali
menggelar Hana Bank Economic Outlook 2024 di Hotel Mulia, Jakarta pada Kamis,
26 Oktober 2023, dengan mengangkat tema “Economic Growth Projection, Beyond The
Election” dalam rangka memberikan pandangannya terhadap berbagai tantangan
ekonomi nasional dan global di masa depan, khususnya pada tahun politik di
Indonesia.

 

Direktur Bisnis Hana Bank, Geoffry Nugraha, mengatakan
Tahun 2024 dari sisi dari sisi pemulihan ekonomi global, Indonesia sudah siap
memasuki tahun politik. Bertepatan dengan itu, kepemimpinan beberapa Pemerintah
daerah maupun pusat sudah berakhir, sehingga bersiap untuk menuju Pemilu
serentak di tanah air.

 

Tahun politik seperti diakui Geoffry, akan diwarnai
dengan banyak ketidakpastian, terutama dari sudut pandang ekonomi. “Hana Bank
Economic Outlook 2024 merupakan langkah penting bagi perusahaan dan pemangku
kepentingan lainnya untuk melihat berbagai tantangan perekonomian global di
masa depan sebagai peluang yang baik,” katanya
diketerangan resmi yang diterima Moneter.id, Kamis (26/10/2023).

 

Lebih lanjut, Geoffry menjelaskan kalau Hana Bank
Economic Outlook 2024 merupakan kali ketiga belas diselenggarakan oleh Hana
Bank, terhitung sejak tahun 2010 lalu.

 

Hana Bank Economic Outlook 2024 konsisten
diselenggarakan Hana Bank sejak 2010 yang dibagi menjadi dua sesi yakni; sesi
kesatu – Sesi Indonesia mengangkat tema “Economic Growth Projection, Beyond The
Election” di hadiri oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto
Widjaya dan Chief Economist Trimegah Securities Fakhrul Fulvian memberikan pemaparan
tentang proyeksi politik dan ekonomi tahun 2024.

 

Sementara, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia,
Yunarto Wijaya mengungkapkan bahwa Pemilu 2024 akan diwarnai persaingan yang lebih
ketat dan unpredictable dibandingkan
2019, mengingat incumbent tidak bisa
maju kembali. Akan tetapi polarisasi berbasis SARA cenderung lebih bisa
ditanggulangi dibanding pemilu sebelumnya. 

 

“Disisi lain ada hal positif bahwa tahun
pemilu kali ini akan mendorong konsumsi lebih besar mengingat bukan hanya
Pemilu Legislatif & Pemilu Presiden yang akan dilaksanakan di bulan
Februari, akan tetapi juga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di bulan
September 2024,” ujarnya.

 

Chief
Economist
Trimegah Sekurities, Fakhrul Fulvian
menyatakan berbagai tantangan yang muncul menjelang akhir tahun 2023 dan 2024,
terutama dari terus meningkatnya suku bunga global, sedangkan perekonomian
dalam negeri akan ditentukan oleh penerapan kebijakan tersebut. pemilu dan
kelanjutan reformasi struktural.


“Kita harus menjaga optimisme, namun tetap waspada
terhadap tantangan yang mungkin terjadi,” pungkas Fakhrul.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

La Maison de L’Indonésie Hadirkan Cita Rasa Nusantara di Food Influencers Awards Paris

Kekayaan kuliner Indonesia mendapat perhatian di panggung internasional melalui kehadiran kopi Nusantara dan jamu tradisional Indonesia dalam ajang prestisius...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img