Di kuartal ketiga tahun 2025, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat tonggak penting dalam kinerja keuangannya dengan melunasi seluruh pinjaman lebih awal, yang menandai transisi Perseroan menuju posisi tanpa utang.
Presiden Direktur & CEO ESSA, Kanishk Laroya menyampaikan bahwa mencapai posisi tanpa utang merupakan langkah penting dalam perjalanan ESSA menuju pertumbuhan. Pencapaian ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang akan membentuk masa depan ESSA, khususnya dalam pengembangan amoniak rendah karbon dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
“Hal ini tercermin dari kelancaran operasi kami pada kuartal ketiga setelah selesainya perawatan di pemasok gas hulu. Harga amoniak juga menunjukkan tren pemulihan pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal sebelumnya, dan kami terus melihat penguatan harga memasuki kuartal ke-empat.” ujar Kanishk Laroya.
Hingga kuartal ketiga Tahun 2025, ESSA berhasil mempertahankan pendapatan sebesar USD 200 juta, Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemegang Saham Perseroan tercatat sebesar USD 21 juta. Fasilitas produksi amoniak mencapai tingkat utilisasi sebesar 113% selama sembilan bulan pertama Tahun 2025, didukung oleh total 9,1 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI).
Sementara itu, kilang LPG mencatatkan 6,3 juta jam kerja aman kumulatif tanpa LTI, menandai lebih dari enam tahun operasi berkelanjutan tanpa plant trip dengan tingkat ketersediaan fasilitas sebesar 99,7% selama sembilan bulan pertama Tahun 2025.
Penurunan harga amoniak sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi tantangan bagi Perseroan, sementara harga LPG juga mengalami sedikit penurunan sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (9M24). Namun demikian, pada kuartal ketiga terjadi pemulihan harga amoniak sebesar 7% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Fundamental operasional ESSA tetap berada pada tingkat yang kuat. Gangguan pasokan gas hulu untuk fasilitas amoniak telah sepenuhnya terselesaikan pada akhir kuartal II 2025, memungkinkan pabrik mencapai tingkat utilisasi sebesar 123% pada kuartal III 2025 dibandingkan 112% pada kuartal II 2025.
ESSA juga terus memperkuat komitmennya untuk menjadi pelopor dalam transisi menuju masa depan yang lebih bersih dengan mempersiapkan langkah transformasi untuk mengubah fasilitas amoniak yang ada menjadi fasilitas amoniak rendah karbon, dengan target menangkap dan menyimpan sekitar 1 juta ton CO₂ per tahun.
Selain itu, melalui entitas anaknya, PT ESSA SAF Makmur (ESM), ESSA tengah mengupayakan pengembangan fasilitas produksi greenfield berteknologi tinggi untuk memproduksi hingga sekitar 200.000 metrik ton SAF per tahun. Inisiatif ini menegaskan komitmen ESSA dalam mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai energi hijau global.




